KNPB: Masyarakat Papua Minta Penentuan Nasib Sendiri Bukan Otsus!

Viktor Yeimo (Noel/Cepos)

JAYAPURA- Kominte Nasional Papua Barat (KNPB) menegaskan sampai dengan saat ini Otonomi Khusus (Otsus) tidak memberikan manfaat bagi Orang Asli Papua (OAP) sehingga jalan terbaik adalah penentuan nasib sendiri.

KNPB dalam resolusinya  menegaskan bahwa wilayah West Papua itu bukan bagian dari wilayah teritorial Indonesia, dan ini menjadi dasar bijak sampai hari ini,” kata Juru Bicara Internasional KNPB Viktor Yeimo melalui sambungan telepon selulernya, Selasa, (7/7) kemarin.

Kata dia, masyarakat Papua sudah sadar dan tidak merasakan dampak dari Otsus itu sehingga saat ini masyarakat Papua terus menuntut negara Indonesia setelah memberikan ruang untuk pentuan nasib sendiri.

“Tidak ada sekali jaminan kehidupan bagi orang asli Papua di negara ini,  kita lihat  Otsus dari pertama sampai hari ini  itu sama sekalai tidak berdampak dan banyak korban!, bagi orang Papua itu (Otsus) tidak ada solusi,” Katanya.

Viktor Yeimo menyebut berdasarkan data statistik  bahwa Papua  dan Papua Barat ada wilayah yang paling termiskin di Indonesia, maka Jadi pertanyaan dana otsus itu sebenarnya untuk siapa.

“Kami lihat di Timika daerah yang menjadi penghasil tambang terbesar di dunia, tapi sampai hari ini menjadi wilayah yang miskin dan masyarakat Papua kehidupannya memburuk dan termiskin,” katanya.

“Jadi ketika kami (KNPB) turun ke jalan dan mediasi masyarakat Papua untuk menuntut penentuan nasib sendiri itu merupakan Jalan damai dan ini bukti kami, masyarakat Papua menolak kompromi Jakarta yang mengorbankan masyarakat Papua dengan Otsus, ” Katanya.

Untuk itu ia menegaskan kepada pejabat Papua dan pusat yang memanfaatkan otonomi khusus tanpa melibatkan masyarakat Papua di akar rumput agar tidak memanfaatkan momen ini karena masyarakat Papua ingin penentuan nasib sendiri bukan otonomi khusus.

“Hentikan kepentingan pejabat yang terus memanfaatkan terutama berapa orang Papua yang sudah ada di Jakarta khususnya bagi mereka yang melakukan kajian akademis yang sifatnya melegitimasi keberlanjutan Otsus dan kami juga sudah katakan dengan tegas bahwa setelah otsus berakhir tidak ada solusi lain otonomi khusus berakhir maka rakyat Papua menentukan nasibnya sendiri kembalikan kepada orang Papua, ” Katanya.(oel/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *