Sohilait: Jika Tak Rapid Seluruh Hak Ditahan

Christian Sohilait ST. M.Si (gratianus/Cepos)

JAYAPURA –  Kepala Dinas P dan P Provinsi Papua, Christian Sohilait memberi kebijakan tegas terkait pandemi covid 19 yang dikhususkan bagi internal OPD nya. Sohilait meminta seluruh pegawai dan staf dilingkup Dinas P dan P untuk wajib mengikuti tes rapid. Jika dinyatakan reaktif maka harus melanjutkan ke swab dan sekalipun akhirnya dinyatakan  negatif maka yang bersangkutan tetap harus melakukan karantina mandiri di rumah.

Ini menjadi sebuah ketegasan mengingat pentingnya pelayanan yang dilakukan oleh pegawai dan staf selama pandemi. Ia meminta pelayanan tetap berjalan namun harus aman. Bahkan kata Sohilait jika ada pegawai atau stafnya yang tidak melakukan rapid maka semua haknya akan ditahan. “Ini rapid kedua setelah minggu lalu rapid pertama dan dari 200 orang pertama yang dilakukan tes ternyata 5 orang reaktif namun setelah kami lanjutkan dengan melakukan swab ternyata hasilnya negatif. Kendati demikian saya tetap meminta untuk mereka yang reaktif melakukan karantina di rumah,” kata Sohilait pekan kemarin.

Dan pada rapid kedua ia juga meminta seluruh keluarga dari pegawainya ikut melakukan tes terlebih pegawainya sendiri. Yang tidak rapid maka semua haknya ditahan. “Itu kebijakan yang kami ambil, ini wajib dan tak ada alasan,” tambahnya. Hanya saja pada rapid kedua ternyata dari Balai Laboratorium Kesehatan (Balatkes) hanya memiliki 160  alat tes yang siap sehingga  pihaknya mengupayakan mencari diluar dan diperoleh 200 alat rapid.  Ini kata Sohilait dibeli dengan harga Rp 40 juta. “Kami juga perlu membantu teman – teman di kesehatan dan  saya pikir rapid yang ada sebaiknya digunakan oleh masyarakat sedangkan untuk OPD bisa pengadaan sendiri agar masyarakat tak perlu membayar. Kami mewajibkan tes karena bagi kami Kesehatan dan keselamatan staf serta tenaga pengajar itu nomor satu,” pungkasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *