Rakyat Akan Menilai Siapa yang Ambisius

Marinus Yaung

JAYAPURA – Pansel 14 kursi DPR Papua dari proses pengangkatan telah mengumumkan 42 nama yang dinyatakan lolos untuk mengikuti seleksi berikutnya. Setelah ini angka terakhir yang terpilih dari 42 orang  hanyalah 14 orang. Mirisnya dari 42 nama ini sebagian besar justru diisi oleh mantan caleg atau caleg gagal termasuk ada juga mantan pejabat.

Dari 42 nama ini banyak nama  memiliki latar belakang partai namun tetap diakomodir. Terkait ini salah satu pengamat sosial politik Universitas Cenderawasih, Marinus Yaung berpendapat bahwa penyebab masih menguatkan isu Papua merdeka itu tak lepas karena elit politik Papua terlalu rakus dan memonopoli kekuasaan. Tidak mau orang Papua lain ikut menikmati “kue kekuasaan” dalam era Otsus Papua.

“Anggota dan pengurus partai politik, mantan anggota dewan yang gagal terpilih di Pileg 2019, ikut serta dlm perebutan kursi otsus Papua.  Mantan caleg atau anggota partai inilah orang – orang yang tidak berhasil bekerja ketika dipercaya rakyat duduk di dewan jadi tidak pantas untuk kembali mengejar kursi otsus,” sindir keras Marinus Yaung melalui pesan Whatsappnya, Sabtu (4/7). Ia menyebut Caleg gagal yang masih ada di dalam daftar 42 nama alangkah baiknya mengundurkan diri dan memberikan ruang bagi mereka yang steril dari partai dan merupakan perwakilan adat.

“Malah saya melihat mereka salah satu sumber utama kegagalan Otsus Papua. Ketika dipercaya rakyat, ternyata ditafsirkan bahwa Otsus hanyalah Papua uang, uang dan uang. Padahal esensial Otsus Papua adalah regulasi yang berisikan protection, afirmation, and empowering orang asli Papua,” bebernya. Yaung mengkritisi bahwa sejatinya sesuai etika demokrasi dan makna UU Otsus Papua, kursi Otsus Papua ini disiapkan dan diselipkan dalam aturan UU Otsus agar mereka yang tidak masuk pada keterwakilan kursi partai  bisa tetap diakomodir lewat kursi adat.

Pria yang sedang mengambil studi S2 ini meyakini bahwa kualitas dan kompetensi para Caleg gagal ini tidak lebih baik dari wakil adat seperti John Gobai dari Dewan Adat Paniai. “Jadi pendapat saya sebaiknya sadar diri dan mundur, rakyat akan menilai siapa orang yang ambisius,” pungkasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *