Ngaku Dipukul Penyidik, Enam Terdakwa Tolak BAP

Yajid Raharjo, SH, MH (Denny/ Cepos)

WAMENA-Enam terdakwa kasus pembakaran Pasar Oksibil di Kabupaten Pegunungan Bintang menolak Berita Acara Pemeriksaan (BAP)  yang disampaikan di persidangan di Pengadilan Negeri Wamena, Senin (6/7). Karena itu,  Pengadilan Kelas II B Wamena meminta kepada Jaksa Penuntut umum untuk menghadirkan saksi verbalisan dari kepolisian dalam hal ini penyidik dari Polres Pegunungan Bintang.

    Ketua Pengadilan Kelas II B Wamena Yajid Raharjo, SH, MH kepada Cenderawasih Pos mengakui bahwa pihaknya meminta jaksa penuntut umum untuk menghadirkan saksi verbalisan, lantaran 6 terdakwa menyangkal keterangan yang termuat dalam Berita Acara Pemeriksaan,. Sebab, dari pengakuan terdakwa,  ada penyidik yang melakukan tekanan kepada para terdakwa saat diperiksa.

   “Kita coba untuk meminta kepada jaksa penuntut umum untuk menghadirkan saksi verbalisan dari penyidik Polres Pegunungan Bintang, karena 6 terdakwa pembakaran pasar ini menolak BAP sekaligus keterangannya jika penyidik melakukan tekanan dengan pemukulan terhadap mereka saat diperiksa,”ungkapnya Sein (6/7) kemarin.

    Yajid menyatakan, sidang perkara ini telah masuk dalam tahapan pemeriksaan saksi dan sudah berjalan beberapa kali. Karena itu, pihaknya meminta memanggil penyidik untuk menjelaskan BAP-nya guna diperiksa dalam persidangan, karena terdakwa menyangkal BAP. Mereka mengaku dipaksa dan diberikan tekanan oleh penyidik.

  “Penyangkalan ini kan menurut terdakwa, sehingga kita perlu melihat lagi dengan memanggil saksi verbalisan itu atau penyidik yang melakukan pemeriksaan kepada para terdakwa itu di persidangan agar semuanya jelas,”tegasnya.

   Menurutnya, untuk saksi verbalisan dari Penyidik Polres pegunungan Bintang sudah dipanggil, namun mungkin karena belum adanya penerbangan   sehingga belum bisa hadir di persidangan. Sementara satu penyidik lainnya dari Informasi yang didapatkan sedang izin keluar daerah lantaran ada keluarganya yang meninggal.

   “Untuk saksi varbalisan ini belum bisa datang karena kendala penerbangan dan ada juga yang masih izin, oleh karena itu kita harus menunggu lagi dengan menunda persidangan minggu depan masih dengan agenda pemeriksaan saksi verbalisan,”jelasnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *