Warga Kampung Dondai Diwajibkan Tanam Sayur

Kepala Distrik Waibu, Dominggus Kawai saat menijau kebun sayur dengan metode vertikultur di Kampung Dondai, Minggu (5/7).Robert Cepos

Lahan Gersang, Gunakan Metode Vertikultur

SENTANI-Kepala Kampung Dondai, Yosis Daimoye mewajibkan masyarakatnya untuk mengolah lahan pertanian sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan pada masa pandemi Covid-19 ini . Program ini dicanangkan langsung oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si beberapa waktu lalu.

” Kami mewajibkan seluruh kepala keluarga yang ada di kampung ini untuk mengolah lahan pertanian khusus sayuran,”kata Yosis Daimoye saat ditemui wartawan di Kampung, Dondai, Distrik Waibu, Minggu (5/7).

Seperti halnya kampung lain di Kabupaten Jayapura, pihaknya juga telah menerima alokasi anggaran program ketahanan pangan senilai Rp 100 juta. Dana tersebut kemudian dibagikan kepada seluruh kepala keluarga senilai Rp 700 ribu. Dana tersebut digunakan sebagai modal dari masing-masing keluarga untuk mengelola lahan kebun sayur dengan menggunakan metode vertikultur. Menurutnya, sejauh ini masyarakat sudah mulai memanen sayuran hasil olahan tersebut dan sebagian sudah dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi di masing-masing keluarga yang ada di kampung itu.

Kepala Distrik Waibu, Dominggus Kawai sangat mengapresiasi kebijakan pihak kampung  yang mampu melaksanakan program ketahanan pangan itu, meskipun ada keterbatasan dari sisi ketersediaan lahan.

“Di sini gersang, tapi mereka mampu membuat terobosan dengan memanfaatkan media vertikultur untuk menanam sayuran. Ini sangat luar biasa dan kami berharap, ke depan perlu dikembangkan dalam rangka meningkatkan ekonomi keluarga dengan memaksimalkan lahan pekarangan,”tambahnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *