Jembatan Diresmikan, Distrik Rainbawi Tak Terisolir Lagi

Peresmian Jembatan Warembai Kampung Woda Distrik Rainbawi ditandai dengan taburan bunga melati sebagai ungkapan syukur  oleh Bupati Yapen Tonny Tesar bersama pejabat Forkompimda dan anggota DPRD, Sekda, Asisten III Setda, para Kepala OPD, Kadistrik Rainbawi, para Kepala Kampung dan Aparat Kampung dan masyarakat. (Sinambela/Cepos)

SERUI-Distrik Rainbawi di wilayah paling timur daratan Kepulauan Yapen adalah salah satu wilayah Distrik yang  sulit ditembus tranpsortasi darat, akhirnya tak lagi terisolir. Pasalnya, jembatanyang menghubungkan dua distrik terdekat yaitu Distrik Yapen Timur dan Distrik Rainbawi kini telah dibangun dan diresmikan..

  Pengoperasian jembatan kerangka baja berlantai papan, panjang 22 M dan lebar 4 M tepatnya di Kampung Woda, kini bisa dilewatikendaraan roda dua, roda empat sampai roda enam. Jembatan yang dinamai jembatan Warebai, Sabtu (4/7) siang, langsung diresmikan Bupati Yapen Tonny Tesar, S.Sos, ditandai dengan penguntingan pita.

  Hadir juga seluruh Muspida mulai Ketua DPRD yang diwakili anggota DPRD Eduard Norman Banua, ST, Kajari Marcello Bellah, SH, MH, Kapolres Kariawan Barus, SH, SIk, MH, Dandim 1709/Yawa Letkol Inf. Leon Pangaribuan, SH, Ketua Pengadilan Negeri Serui Yance Patiran, SH, MH, Sekda Ir. Alexander Nussy, MM, Asisten III Setda Erni R Tania, SIp, Kepala Badan Kesbangpol Sony A Woria, Kadis tenaga kerja Alfredo Worabay, Kadis Pariwisata, Kabag Umum Setda Yapen dan para staf Setda, Kadistrik Rainbawi Hendrikus Watori SE, para Kepala Kampung Sedistrik Rainbawi dan warga masyarakat.

  “Jembatan Warebai adalah jembatan pertama, diresmikan di paling timur daratan kabupaten kepulauan Yapen. Kedepan jembatan  yang lain akan dibangun, untuk memperlancar moda transportasi darat ke wilayah bagian Timur Yapen.” Ungkap Bupati Tonny Tesar saat meresmikan jembatan.

  Dikatakannya, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan adalah sektor unggulan yang harus di pacu pada era kepemimpinannya di periode ke-2 bersama Wabup Frans Sanadi. “Membangun infrastruktur berarti membuka wilayah yang masih terisolir. Biasnya, sektor lainnya akan bertumbuh baik, mulai pendidikan, kesehatan, perekonomian hingga kesejahteraan masyarakat akan lebih baik kedepan,” ungkapnya.

  Lebih jauh Tonny mengemukakan peningkatan pembangunan jalan secara bertahap akan dipacu untuk seluruh jalan trans Yapen. “Distrik Rainbawi jalannya belum diaspal, Kedepan jalan aspal harus masuk,” ujarnya.

  Ia mengharapkan jembatan yang baru diresmikan, Pemerintah Distrik, Pemerintah Kampung dan seluruh masyarakat harus menjaganya demi kelangsungsungan dan kelancaran moda transportasi. “Saya yakin masyarakat akan menjaganya, karena kerinduan dan impian masyarakat Rainbawi sekian puluh tahun lamanya jembatan yang permanen sudah dibangun pemerintah,” pintanya.

  Ia mengakui bahwa masyarakat sudah sering membuat jembatan darurat sebelum dibangun jembatan baru. Namun tidak bertahan lama, akibat ganasnya gelombang laut, sehingga jembatan terseret ombak dan jembatan putus.

   Sekedar diketahui Bupati bersama rombongan menuju Distrik Rainbawi menggunakan moda transportasi laut yaitu speedboat dari Pantai Kampung Serui Laut dan mendarat di pantai Andey. Usai kegiatan selama 8 jam di Distrik Rainbawi, Bupati bersama rombongan kembali ke Kota dengan arus laut yang kencang dan pukulan ombak sesekali menerpa speedboat, namun demikian, Bupati bersama rombongan tiba di Kota dengan selamat dan sehat. (rin/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *