Stabilkan Harga Gula, Bulog Gelar Operasi Pasar 

Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Perum Bulog Wamena Sudarsono saat ikut melakukan operasi pasar khusus komuditi Gula pasir yang beberapa bulan ini mengalami kelangkaan di Pasaran Wamena, Kamis (2/7). (Denny/ Cepos)

WAMENA-Sejak pandemi Covid -19 pada tiga bulan lalu, pasokan gula pasir ke Jayawijaya menjadi berkurang, sehingga mempengaruhi harga di pasar.  Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan gula dari masyarakat, KCP Bulog Wamena melakukan operasi pasar selama tiga hari, Rabu (1/7)-Jumat (3/7),  khusus untuk menekan harga gula pasir di pasaran.

   “Sebenarnya kita lakukan operasi pasar terhadap gula ini agak terlambat dan mulai bulan lalu, namun karena gula yang didatangkan dari pulau Jawa juga terlambat sampai ke Wamena, sehingga dalam operasi pasar ini harga dari gula sudah ditentukan dan tetap dibatasi agar mencegah penimbunan,”ungkapnya Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Perum Bulog Wamena Sudarsono Kepada Cenderawasih pos Kamis (2/7) kemarin.

  Menurut Sudarsono, operasi pasar khusus gula pasir ini, Bulog Wamena bekerjasama dengan 234 mitra kerja yang tergabung dalam “Rumah Pangan Kita” tersebar di seluruh Jayawijaya yang diberikan harga HET gula pasir itu Rp 12.500 Per/ Kg, namun untuk pembelian juga dibatasi paling banyak 2-4 Kg saja tidak boleh membeli terlalu banyak agar menjaga kestabilan harga gula pasir  di pasaran.

  Untuk teknis penjualan rekanan dari Rumah Pangan Kita (RPK) mengambil gula dari Bulog dengan harga Rp. 11.000 Per/Kg, mereka juga harus menimbang sehingga bulog memberikan harga untuk mereka jual kembali ke masyarakat dengan HET Rp.12.500per/ Kg tidak boleh melebihi dari harga itu dan pihanya juga selama 3 har telah keliling ke pasar -pasar untuk mengecek tingkat harga gula pasir. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *