Seleksi 14 Kursi DPR Papua Diminta Ditinjau

Seleksi 14 Kursi DPR Papua Diminta Ditinjau

JAYAPURA – Arus protes atau koreksi terkait pengumuman 14 kursi yang telah diumumkan Pansel pada Rabu (1/7) lalu hingga kini masih berlanjut. Setelah sebelumnya Pdt. Hofni Simbiak menganggap ada yang tidak adil karena perwakilan Biak dan Supiori hanya satu orang sedangkan yang lain bisa dua orang, kini hal lain disampaikan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR Papua, Mesak Magai, SSos, M.Si yang meminta Pansel meninjau kembali hasil tersebut.

“Pikiran kami itu (hasil Pansel, red) lebih baik ditinjau kembali terutama dari wilayah adat Meepago,” kata Mesak di DPRP, Jumat (3/7). Pasalnya menurut Mesak, ada beberapa suku di Meepago yang belum sepenuhnya terwakilkan.

Mesak berpendapat bahwa di DPR Papua saat ini ada 10 orang dari Dapil Meepago  dan diantaranya ada 7 orang dari Suku Mee dan  7 orang Moni. Artinya keterwakilan sukumasyarakatnya sudah di DPR. Tinggal bagaimana memberikan kesempatan kepada Suku Kamoro di Mimika dan Suku Wate di Nabire.

“Saya mengatakan ada dua suku besar yang belum terakomodir yakni Suku Kamoro di Kabupaten Mimika dan Suku Wate di Kabupaten Nabire jadi sebaiknya ditinjau kembali,” sambungnya. Ia berpendapat semestinya dalam rekrutmen 14 kursi ikut memberikan kesempatan bagi suku – suku yang belum ada wakil yang duduk di DPRP. Apalagi ia melihat ada banyak peserta yang berlatar belakang partai politik atau menjadi pengurus partai.

Menurut Mesak sepatutnya mereka yang memiliki latar belakang partai ini tidak lagi diakomodir dan digantikan oleh mereka yang benar- benar berasal dari keterwakilan adat. “Jadi saya harap ini ditinjau ulang dan sebaiknya yang politisi ini diganti dengan perwakilan dari Kamoro dan Wate,” tegasnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *