Pelaku dan Motif Penembak Ruang Kerja Ketua PN Diselidiki

Ketua Pengadilan Negeri Kelas II B Wamena Yajid ,SH, MH saat memberikan penjelasan Kepada Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen , S.Sos, MM di Pengadilan Negeri usai dilakukan olah TKP, Kamis (2/7). (Denny/Cepos)

WAMENA-Polres Jayawijaya hingga kemarin belum mengetahui jelas motif dari aksi teror penembakan ruang kerja Ketua Pengadilan Negeri Kelas II B Wamena, Kamis (2/7).  Pelaku yang melakukan aksi tersebut sementara ini masih didalami oleh penyidik dari Polres Jayawijaya.

   Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen menyatakan pihaknya masih terus melakukan pendalaman kasus ini untuk mencari tahu pelaku dan motifnya melakukan aksi teror menembak ruang kerja dari Kepala Pengadilan Negeri Wamena, namun dari hasil olah TKP dapat diketahui senjata yang digunakan merupakan Airsoft Gun laras panjang yang digunakan untuk menembak.

   “Dari olah TKP yang kami lalukan dapat disimpulkan sementara pelaku melakukan penembakan itu 51 meter dari arah jalan Yosudarso Wamena hingga pelurunya bisa menembus kaca ruang kerja ketua pengadilan Negeri Wamena,” ungkapnya, Jumat 3/7) kemarin.

   Untuk sementara ini pihaknya sedang melihat CCTV di sekitar jalan raya itu dan juga masih mengembangkan untuk mengetahui siapa pelakunya, namun untuk mengantisipasi hal serupa terulang kembali, maka pihaknya terus tingkatkan kegiatan kepolisian dengan patroli dan razia.

   “Dalam patroli dan razia yang dilakukan kalau ditemukan ada warga yang membawa Airsoft Gun patut kita curigai kembali dan kalau patroli juga ini dilakukan untuk mempersempit ruang pelaku untuk kembali melakukan hal yang sama kepada orang lain,” bebernya.

   Secara terpisah Ketua Pengadilan Negeri Kelas II Wamena  Yajid Raharjo mengaku tak berani menyimpulkan bahwa aksi penembakan ini dikarenakan dengan perkara yang ditangani di Pengadilan Negeri Wamena.

   “Saya belum berani menyimpulkan jika aksi penembakan ini ada kaitannya dengan perkara yang kita tangani selama ini, namun semua pekerjaan yang dilakukan pasti ada resiko yang harus ditanggung juga ,”bebernya.

  Yajid juga mengaku jika ia juga tak bisa mengatakan jika ini merupakan serangkaian aksi teror terhadap dirinya dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut hingga bisa mengungkap kasus ini,

    Aksi penembakan ini, lanjut Yajid, tidak mempengaruhi Pengadilan Negeri Kelas II B Wamena untuk membuka pelayanan publik dan persidangan, semua kegiatan yang ada di Pengadilan tetap akan berjalan seperti biasa kembali mulai dari aktifitas perkantoran hingga pelaksanaan sidang -sidang yang dilakukan.

   “Aksi -aksi seperti ini tak mempengaruhi kami untuk melakukan tugas dan tanggungjawab kami sehingga dipastikan aktifitas kantor semuanya berjalan seperti biasanya,” tutup Yajid. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *