Di Yapen, Pasien Corona Menjadi 14 Orang

Suasana Video Conference di aula rumah jabatan Bupati antara Pemprov dalam hal ini Wakil Gubernur Klemen Tinal dengan bupati/walikota. Dalam kegiatan ini, Bupati Yapen Tonny Tesar   didampingi Forkopimda, Wabup Sanadi, Sekda Nussy, para Asisten Setda, para Kepala OPD dan Jubir Covid Yapen dr. Andi. (Sinambela/Cepos)

Penumpang Kapal yang Masuk Serui Dibatasi

SERUI – Warga pelaku perjalanan di Yapen, positif Virus Corona atau Covid terus bertambah. Bahkan, sampai  Jumatm(3/7) kemarin, terkonfirmasi setelah pemeriksaan Swab jumlah pasien positif Covid-19 di Yapen berjumlah 14 warga. Mereka semua adalah  pelaku perjalanan dari luar daerah.

  Menyikapi terjadinya penambahan pasien Covid-19, Bupati Yapen Tonny Tesar, S.Sos akan memberlakukan pembatasan penumpang moda transportasi laut dan udara.  Khusus kapal putih yaitu kapal penumpang milik PT. Pelni, kata Bupati, dermaga pelabuhan Serui hanya disinggahi 1 kapal penumpang saja dengan kuota penumpang yang turun di Serui sebanyak 200 orang penumpang.

  Lebih jauh Bupati mengemukakan bahwa pembatasan penumpang untuk moda transportasi laut lainnya yaitu KM. Perintis jumlah kuota penumpang yang turun di pelabuhan dermaga perintis lokasinya di Kampung Kabuena sebanyak 80 orang. Begitu juga dengan moda transportasi KM. Sabuk Nusantara jumlah kuota penumpang yang turun sebanyak 100 orang,

  “Apabila moda transportasi membawa penumpang ke Serui lebih dari kebijakan yang sudah di keluarkan, maka moda transportasi itu tidak diberikan ruang untuk sandar di dermaga pelabuhan Serui dan dermaga kapal perintis di Kampung Kabuena,” tegasnya kepada Cepos usai mengikuti video conference  dengan Wakil Gubernur Papua, Jumat (3/7)  siang di aula rumah jabatan Bupati Yapen.

   Ia menambahkan bahwa pembatasan kuota penumpang juga diberlakukan bagi pesawat Trigana Air Service di Bandara Stevanus Rumbewas, kuota penumpang sebesar 70% dari jumlah seat.

  Disinggung, kenapa penutupan moda transportasi darat dan udara tidak dilakukan seiring bertambahnya warga pelaku perjalanan yang positif Virus Corona sudah menjadi 14 orang, Bupati mengatakan rencana itu sebelumnya ada. Namun hal itu berubah, setelah hasil swab warga pelaku perjalanan di Distrik Angkaisera adalah negatif.

   Namun demikian, kata Bupati, seiring bertambah 1 lagi pasien Covid-19, ia meminta seluruh petugas  kesehatan dan relawan, supaya melakukan tracing terhadap keluarga dan masyarakat di sekitar lingkungan yang pernah kontak dengan  warga yang positif Covid-19.

  “Bertambahnya 1 warga pelaku perjalanan, semula adalah rapid non reaktif dari penumpang Dobonsolo 17 Juni 2020, setelah periksa swab hasilnya positif Covid-19. Sehingga, kemungkinan terjadi penularan dalam perjalanan selama dalam kapal,” terangnya. (Rin/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *