Kota Jayapura Tembus 1.000 Kasus Positif

RAPAT-Susana rapat bersama Forkompinda dan OPD Pemkot Jayapura yang dipimpin Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., di depan main hall kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (2/7). Rapat ini membahas persiapan penerapan new normal. (Priyadi/Cepos)

Sudah 100 Pedagang Pasar Youtefa Positif Corona

JAYAPURA- Kota Jayapura masih menjadi daerah dengan peningkatan kasus positif baru yang signifikan, terlebih dalam dua hari belakangan.

Jikalau di hari sebelumnya, dari total 104 kasus positif baru di Provinsi Papua, 99 kasus positif baru berasal dari ota Jayapura, maka Kamis (2/7) kemarin, dari 63 kasus baru di Papua, 54 kasus di antaranya tercatat di Kota Jayapura.

Selain Kota Jayapura, Kabupaten Kepulauan Yapen dan Jayawijaya masing-masing terdapat penambahan 3 kasus positif. Sementara Kabupaten Mimika 2  kasus dan Kabupaten Jayapura 1 kasus.

Penambahan 54 kasus positif Covid-19 menjadikan Kota Jayapura bukan hanya sebagai daerah dengan peningkatan kasus yang signifikan dalam dua hari, melainkan pula menempatkan Kota Jayapura di puncak dengan kasus positif terbanyak di Papua.

“Dengan penambahan 54 kasus positif baru malam ini (kemarin malam), maka Kota Jayapura sudah menembus angka 1.051 kasus. Dimana sebanyak 732 pasien dirawat, 308 pasien sembuh, dan 11 pasien meninggal dunia,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid 19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., Kamis (2/7) kemarin.

Selain penambahan kasus positif, diketahui bahwa terjadi penambahan kasus sembuh juga, yakni sebanyak 9 kasus. Kasus sembuh ini dilaporkan terjadi di Kabupaten Jayapura, Mimika dan Keerom masing-masing 3 kasus.

“Dengan demikian, jumlah kasus positif secara kumulatif di Papua telah mencapai 1.886 kasus. Pasien yang dirawat 980 orang dan sembuh 888 orang kemudian meninggal dunia 18 orang. Sedangkan ODP sebanyak 2.913 orang, PDP berjumlah 259 pasien, dan pemeriksaan PCR mencapai 14.997 sampel,” pungkasnya.

Secara terpisah, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., mengatakan, Pemkot Jayapura melalui Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura, gencar melakukan penjaringan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dengan penjaringan yang gencar dilakukan ini, warga yang dinyatakan positif Covid-19 langsung dirawat dan warga juga bisa sadar bahwa tidak menerapkan protokol itu sangat berbahaya dapat menyebarkan virus Corona. Namun jika warga mau menerapkan protokol kesehatan mulai dari menggunakan masker, sesering mungkin mencuci tangan dengan air dan sabun, menjaga jarak tentu dalam hal penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir.

“Memang langkah pemerintah Kota Jayapura, melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura dalam menjaring warga yang terkena Covid-19 dilakukan di pasar dan terminal. Hal ini disebabkan pasar dan terminal tempat banyak orang bertemu. Di sana orang tidak bisa jaga jarak dan tidak menggunakan masker, maupun rajin cuci tangan dan sabun,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, kemarin.

Penjaringan menurutnya sudah dilakukan di beberapa pasar dan terminal. Dimana baru-baru ini pihaknya telah melakukan rapid tes yang kemudian dilanjutkan dengan swab terhadap pedagang yang hasil rapid tesnya reaktif.

“Dari hasil pemeriksaan swab pedagang Pasar Youtefa Abepura yang sudah keluar dari Litbangkes Papua ada sekira 100 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan swab selanjutnya,” tandasnya.

Dalam waktu dekat, Pemkot Jayapura menurut Rustan Saru kembali akan melakukan rapid tes masal terhadap pedagang di Pasar Koya dan Pasar Perbatasan RI-PNG di Skouw, Distrik Muara Tami. “Kami masih menunggu alat rapid tes dari Pemprov Papua. Sebab stok kita masih kosong,” pungkasnya. (gr/dil/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *