Banyak Asap Digunung, Warga Takut Banjir Longsor

BUAT KEBUN: Kawasan lereng di samping RS Bhayangkara Kotaraja yang terlihat ikut digarap untuk dijadikan kebun pada, Kamis (2/7). Tak hanya lokasi ini, ada banyak lokasi lain yang juga digarap menjadi kebun dan ini membuat banyak masyarakat khawatir. (Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Instruksi untuk kembali ke kebun guna memperkuat ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19 nampaknya menjadi lampu hijau bagi sekelompok masyarakat yang biasa berkebun di kawasan lereng di Kota Jayapura.

Setiap hari dipastikan ada saja asap di lokasi bukit atau gunung yang diyakini untuk membakar sisa- sisa lokasi yang baru saja dibersihkan. Ini bagi para petani yang membuka lahan mungkin biasa namun warga kota masih menyimpan truma dengan musibah banjir bandang yang beberapa waktu lalu sempat terjadi.

Pemerintah diminta untuk bisa lebih merespon dengan memberikan pemahaman soal lokasi yang layak dijadikan kebun dan mana yang tidak sebab tidak semua lahan boleh digarap. “Ini yang kami takutkan. Kemarin pejabat – pejabat bilang ayo ke kebun dan saya pikir tidak hanya statemen tapi diarahkan lokasinya di mana. Bukan dilepas begitu saja akhirnya asap naik di gunung – gunung dan itu mencemaskan kami di bawah,” jelas Ketua Forum Peduli Port Numbay Green, Fredy Wanda, Kamis (2/7).

Ia berharap pemerintah tak hanya memberikan statemen  untuk berkebun tetapi menunjukkan di mana lokasi yang bisa digunakan. Hal ini agar kawasan yang harusnya steril atau berada di kemiringan tidak terjamah. “Saya membayangkan banyak lereng yang  dibersihkan  untuk dibuatkan kebun. Nah tiba – tiba terjadi hujan besar maka otomatis ada tanah tidak mampu menanggung beban karena lebih berat karena bercampur air kemudian tanah ini turun dan terus membawa material lainnya. Artinya tujuan baik tapi peluang terjadi musibah juga terbuka,” bebernya.

Senada disampaikan penggiat sosial Kota Jayapura, Gunawan yang ikut khawatir, karena setiap hari pasti ada kawasan yang dibabat. Ia menyebut sistem pengakaran pohon, rumput dengan tanaman yang ditanami pasti berbeda. Kekuatan akar untuk  menahan tanah juga berbeda. “Saya melihat banyak sekali di jalan alternatif, samping RS Bhayangkata bahkan di bawah Makodam XVII/Cenderawasih juga sudah dibersihkan. Saya khawatir ini akan berdampak buruk ke depan,” tambahnya.

Seorang pegawai Uncen, Ina juga mengungkapkan kekhawatirannya melalui pesan yang dikirim ke Cenderawasih Pos.  “Samping Uncen ini mereka sudah babat semua dan tadi saya lewat sampai ke RS Bhayangkara juga banyak yang sudah dijadikan kebun. Saya pikir ini perlu diperhatikan sebab semuanya bekerja di lereng,” singkatnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *