Bincang-bincang dengan Yunita Elanda Monim yang Akan Mengikuti Miss Asia Global Internasional

Miss Asia Global Indonesia, Yunita Elanda Monim

Siapkan Advokasi, Perlancar Bahasa Inggris dan Turunkan Berat Badan

Yunita Elanda Monim adalah anak asli Papua yang dinobatkan menjadi Miss Asia Global Indonesia Maret lalu, dia kini mempersiapkannya untuk mengikuti ajang yang lebih tinggi lagi yakni Miss Asia Global Internasional yang akan dilaksanakan September 2020 mendatang di Maylasia. Seperti apa saja persiapannya?

Laporan: Robert Yewen

Yunita Alanda Monim berhasil dinobatkan sebagai Miss Asia Global Indonesia tahun 2020 pada 8 Maret lalu di Provinsi Riau. Wanita yang akrab disapa Yunita kini menyandang status Miss Global Indonesia pertama yang berasal dari negeri cenderawasih.

Setelah berhasil dinobatkan menjadi Miss Asia Global Indonesia, Yunita kini telah pulang ke Provinsi Papua untuk melaksanakan aktivitas sehari-harinya sebagai mahasiswi di Jurusan Planologi Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih, tetapi juga bekerja di salah satu Seles Marketing di Jayapura.

Selain itu, Yunita terus mempersiapkan dirinya untuk mewakili Indonesia dalam mengikuti Miss Asia Global Internasional yang akan diselenggarakan di Penang Maylasia 8-21 September 2020 mendatang. Oleh karena itu, dia terus mempersiapkan untuk mengikuti even tersebut.

Ya, mahasiswi kelahiran Sentani 17 Juni 1997 ini  mengakui bahwa dengan adanya pandemi Virus Corona tentu memberikan dampak terhadap persiapan dan kesiapan dirinya dalam mengikuti Miss Asia Global Internasional yang akan dilaksanakan di Maylasia September mendatang. Meskipun demikian, Yunita tetap terus bergerak untuk melakukan berbagai hal, sehingga benar-benar siap dalam mengikuti iven internasional tersebut.

“Untuk persiapan Miss Asia Global Internasional memang dengan adanya Covid-19 sangat berdampak. Misalnya saya harus banyak melakukan advokasi ke masyarakat harus terkendala dan tempat fines yang harus saya latihan turunkan badan,” katanya, saat ditemui Cenderawasih Pos di Koya Timur Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Minggu (28/6) lalu.

Meskipun demikian, Yunita mengatakan sejauh ini juknis atau jadwal untuk mengikuti Miss Asia Global Internasional sejauh ini belum berubah, dimana kegiatannya tetap akan dilaksanakan pada tanggal 8-21 September 2020 di Penang Maylasia.

Oleh karena itu, Yunita sendiri masih terus melakukan persiapan dan kesiapan, salah satunya adalah bagaimana memperlancar bahasa Inggris, memperbanyak advokasi dan berbagai kegiatan lainnya yang dapat mendukung persiapan dan kesiapan menuju Miss Asia Global Internasional mendatang.

Miss Asia Global sendiri bergerak di bina lingkungan hidup, pariwisata, budaya, dan kesehatan. Oleh karena itu, alumnus SMA Advent Doyo Baru ini mengatakan, pihaknya akan menyesuaikan dengan juknis yang akan dikirimkan sesuai dengan waktu, tempat dan tanggal pelaksanaan. Inilah yang sudah dikirimkan.

“Contohnya dalam Miss Asia Global Nasional saya membawa isu lingkungan. Tapi sampai di sana ada khusus tema yang kita harus berpidato, contohnya kemarin saya ambil materi tentang Peran Perempuan Dalam Politik, karena tema kemarin tentang Perempuan,” ucap alumnus SMP Lentera Harapan Sentani Timur ini.

Untuk tema Miss Asia Global Internasional sendiri sampai sekarang belum ada tema yang dikirimkan, sehingga kata Yunita dirinya akan tetap menunggu tentang tema yang disampaikan barulah akan dilakukan persiapan dan kesiapan sesuai dengan tema tersebut.

Yunita mengatakan, dirinya akan tetap fokus dalam lingkungan, terutama mempromosikan sagu Papua di dunia internasional, sehingga bisa dikenal oleh seluruh dunia tentang sagu Papua. Apalagi Papua merupakan salah satu daerah di Indonesia yang mempunyai makan lokal sehari-harinya adalah sagu.

Selain itu, ada juga yang mendukung selalu dengan materi seperti dari WWF, UNICEF, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua serta Dinas Pariwisata Provinsi Papua, dan Yayasan CPA Hirosi Papua yang selama ini juga ikut mendukung dan membantu dari materi.

“Materi maksudnya barang-barang yang saya perlukan untuk presentase di Miss Asia Global Indonesia maupun dalam persiapan kedepan menghadapi Miss Asia Global Internasional mendatang,” jelasnya.

Yunita berpesan kepada anak-anak muda, khususnya perempuan-perempuan Indonesia, khususnya perempuan Papua harus mengenal dirinya masing-masing dan harus mengetahui dirinya sebagai bagian yang spesial dan berbeda dengan orang lain.

“Seperti saya sendiri selalu berpegang mata motto hidup saya, yaitu hidup adalah proses, dimana kita mendengar, belajar, dan melakukan. Sehingga kita mendengar tentang sesuatu hal, maka kita akan belajar dan ketika kita belajar pasti kita melakukannya. Kalau itu benar kita lakukan, tetapi kalau tidak benar ya kita tinggalkan,” pesannya. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *