Liga 1 Restart Oktober, Pemain Persebaya Genjot Latihan Mandiri

Dua pemain Persebaya, Syaifuddin (kanan) dan Koko Ari, melakukan latihan di gym apartemen Puncak Marina, Surabaya (9/6). (Angger Bondan/Jawa Pos)

 Skuad Persebaya Surabaya memang masih diliburkan. Meski begitu, para pemain tetap rutin melakukan latihan mandiri. Porsi latihan bahkan ditambah setelah ada kepastian Liga 1 2020 bakal dimulai lagi.

Oktafianus Fernando, misalnya. Winger 26 tahun itu rutin berlatih di gym. ”Sekarang dua hari sekali latihan,” kata pemain yang akrab disapa Ofan itu kepada Jawa Pos. Dia berlatih bersama Patrich Wanggai dan Makan Konate. Latihan dilakukan di gym Apartemen Puncak Marina, Surabaya. Maklum, tiga pemain tersebut memang masih bertahan di apartemen.

Latihan dikawal fisioterapis Samudra Angga. ”Durasi latihan satu jam lebih,” terang pemain jebolan tim internal Indonesia Muda tersebut. Latihan rutin dilakukan untuk menjaga kondisi fisik. Maklum, tim pelatih Green Force –julukan Persebaya– sudah lama tidak mengadakan latihan online. Kali terakhir latihan online dilakukan pada 13 Mei.

Selain Ofan, Konate, dan Patrich, Bayu Nugroho melakukan hal serupa. Dia terus menambah porsi latihan. Bahkan, dia rutin melakukan latihan setiap hari. ”Kalau biasanya cuma satu kali dalam sehari, mungkin setelah ini dua kali latihan dalam sehari,” jelas mantan pemain PSIS Semarang itu. Soal menu latihan dan intensitas, Bayu tak terlalu memusingkan. ”Bisa diatur sendiri,” tambahnya.

Pemain asing juga ogah kalah. Tahu kalau kompetisi bakal dilanjutkan, porsi latihan kian digenjot. Striker David da Silva tidak mau kondisinya ngedrop saat kompetisi dimulai. Karena itu, latihan mandiri jadi kegiatan wajib bagi pemain asal Brasil tersebut. ”Saya harus tetap menjaga kondisi. Agar saat memang (kompetisi) sudah dimulai, saya bisa berikan yang terbaik untuk Persebaya,” jelas pemain 30 tahun itu.

Hanya, Da Silva memilih untuk berlatih di rumah saja. Sebab, kondisi pandemi di Brasil cukup merisaukan. ”Di Brasil makin banyak yang positif Covid-19,” jelas mantan pemain Pohang Steelers tersebut. Karena itu, Da Silva tidak berani ambil risiko. ”Sebisa mungkin saya selalu di rumah bersama keluarga. Menikmati waktu bersama anak, istri, dan saudara,” tambahnya.

Latihan mandiri yang dilakukan pemain itu sudah diketahui sang pelatih Aji Santoso. Pelatih 50 tahun tersebut memang rutin melakukan komunikasi dengan para pemainnya. ”Saya selalu sampaikan ke pemain bahwa mereka adalah profesional. Jadi, harus bisa jaga kondisi. Jangan sampai saat latihan dimulai kondisi fisik mereka nol,” katanya.(JawaPos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *