Miris Tak Ada Guru Hingga Gedung Sekolah Tak Layak

Kondisi salah satu sekolah di Kampung Bareri, Distrik Roufaer, Kabupaten Mamberamo Raya yang tidak layak lagi digunakan.

JAYAPURA-Dunia Pendidikan di Provinsi Papua kembali mendapat sorotan, seorang warganet di akun media sosialnya mengunggah foto gedung sekolah yang terletak di Kampung Bareri, Distrik Roufaer, Kabupaten Mamberamo Raya yang tidak layak lagi digunakan.

Tidak hanya mengunggah foto gedung sekolah dengan kondisi memprihatinkan. Misalnya plafon yang mulai lapuk dan pintu sekolah yang bolong. Namun, akun facebook bernama Ulis Aisoki itu juga menuliskan caption panjang.

“Saya diminta oleh salah satu guru/anak asli di kampung itu,  untuk bantu menyampaikan lewat media FB ini kepada pemerintah, agar mohon diperhatikan gedung sekolah mereka yang tidak layak lagi untuk digunakan,” tulis Ulis dalam akun facebooknya.

Ia juga menuliskan jumlah siswa di SD itu lebih dari 100 siswa. Mereka disekolahkan di gedung ini, tenaga gurupun tidak ada di kampung itu. Sehingga masyarakat sendiri dari kampung yang mengubah profesi mereka sebagai guru agar bisa mengajar anak-anak mereka.

Lanjutnya, info dari masyarakat setempat. Gedung ini dari Kabupaten Jayapura waktu Mamberamo Raya belum jadi kabupaten. Namun, setelah jadi kabupaten sampai saat ini, belum ada gedung sekolah baru yang layak untuk menyekolahkan anak-anak mereka.

“Saya berharap pemerintah Provinsi Papua, khususnya dinas pendidikan bisa melihat persoalan ini. Karena ini baru satu kampung khusus di Mamberamo Raya, pendidikan  hampir semua kasus sama. Semoga ada perhatian serius dari pemerintah, demi meningkatkan SDM di bidang pendidikan khusus di kabupaten Mamberamo Raya,” tulis Ulis.

Sementara itu, salah seorang warga Mamberamo Raya bernama Kosea Towoli menyampaikan, sejak dua tahun terakhir aktivitas pendidikan di Mamberamo Raya baik SD hingga SMA tidak berjalan sebagaimana biasanya. Dimana ada gedung sekolah namun tidak ada guru yang mengajar.

“Tolong pemerintah harus tegas dengan ini, anak-anak perlu mendapatkan Pendidikan karena itu hak mereka. Tolong pemerintah melihat ini,” pintanya.

Menurut Kosea yang juga tenaga medis di Mamberamo Raya ini, guru di Mamberamo Raya jarang ke lokasi dan ini sudah terjadi sejak 2 tahun terakhir. Kalaupun ke sekolah, mereka hanya menerima uang terus setelah itu kembali lagi ke kota.

“Gedung sekolah yang memprihatinkan, ditambah lagi guru yang jarang mengajar ini menambah suram dunia Pendidikan di Mamberamo Raya. Pemerintah harus perhatikan,” tegasnya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *