Meminimalisir Pembiayaan Perawatan Venue

Lapangan Softball Papua yang berada di kawasan Auri Sentani, Kabupaten Jayapura. (Erik / Cepos)

JAYAPURA – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua, Alexander Kapisa mengatakan, bahwa pemerintah Provinsi Papua saat ini telah memiliki strategi untuk meminimalisir pembiayaan perawatan venue menuju pelaksanaan PON XX 2021.

Ia meminta kepada pihak pekerja untuk mengurangi volume pekerjaan ditengah pandemi Covid-19. Bukan untuk menghambat progres pembagunan, namun memperhitungkan pembiayaan perawatan jelang pelaksanaan event empat tahunan tersebut.

“Volume pekerjaan kami minta dikurangi, kami perhitungkan semua berbagai aspek. Contohnya, jika selesai bulan September, maka masa pemeliharaannya setahun. Tentu venue ini akan menjadi tanggungjawab dari pihak kontraktor hingga jelang PON XX Papua, dengan begitu, pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya pemeliharaannya,” ungkap Alex kepada awak media disela-sela kunjungan venue di Cluster Kabupaten Jayapura beberapa hari lalu.

Apalagi saat ini, hampir semua venue telah rampung 100 persen. Venue yang sifatnya bangun baru pun rata-rata kini mencapai 90 persen keatas. Sehingga Alex optimis, seluruh venue yang digunakan untuk pelaksanaan PON XX rampung tahun ini.

Alex juga mengusulkan kepada pemerintah Papua untuk membentuk Unit Pelaksana Teknis yang bertanggung jawab dalam mengelola venue-venue PON.

Pasalnya saat ini belum ada badan khusus yang nantinya difokuskan untuk mengurus venue milik Pemprov Papua ini, sehingga bisa saja UPT ini nantinya di bawah Dinas Olahraga dan Pemuda.

Selain itu, katanya, untuk memastikan berapa besar anggaran pemeliharan venue per tahun, pihaknya akan melakukan studi banding dan akan membuat RoadMap (rancangan kegiatan) event selama satu tahun di semua venue dan harus menjadi kalender tetap. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *