27 Aduan Masuk ke Ombudsman

Iwanggin Sabar Oliff (Elfira/Cepos)

Ketua Gugus Tugas: Pemkot Jayapura Sudah Selesaikan Aduan Tersebut

Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura menjelaskan, selama ini pihaknya transparan dan terbuka dalam menerima pengaduan, ada juga call center yang bisa dihubungi warga Kota Jayapura yang terdampak Covid-19 yang belum menerima sembako maupun call

JAYAPURA- Posko Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Papua, menerima sebanyak 27 pengaduan masyarakat terkait dengan penanganan  Covid -19 di sejumlah daerah di Provinsi Papua.

Sejak Posko Pengaduan Daring bagi masyarakat terdampak Covid-19 dibuka Ombudsman pada 29 April 2020 lalu, laporan masyarakat ke Ombudsman didominasi oleh aduan tentang pengelolaan dan penyaluran bantuan sosial dari pemerintah.

Kepala Ombudsman Perwakilan Papua  Iwanggin Sabar Oliff melalui Narahubung Perwakilan Ombudsman Melania P Kirihio menyampaikan, hingga 22 Juni 2020. Total aduan yang masuk ke Posko Ombudsman sebanyak 27 aduan. Pengaduan masyarakat mengenai bantuan sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19 mencapai 21 pengaduan, terbanyak kedua yang dilaporkan adalah bidang pelayanan transportasi sebanyak 3 aduan, keuangan sebanyak 2 aduan. “Berdasarkan lokasi pengaduan, laporan terbanyak berasal dari Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Kota Surabaya dan Jakarta,” bebernya, Selasa (23/6).

Ia menerangkan, pengaduan terkait Bansos sebagian besar terkait penyaluran bantuan yang tidak merata di wilayah sasaran. Selain itu, banyak juga pengaduan dimana masyarakat terdampak melihat tidak jelasnya prosedur dan persyaratan untuk menerima bantuan.

Melania menambahkan Covid-19 mengakibatkan kelompok menengah yang rentan mendadak miskin, oleh karenanya akurasi data niscaya menjadi persoalan. Hal lain yang dilaporkan terkait tidak dapat menerima bantuan karena tidak memiliki KTP atau KK.

Aduan tersebut, menurut Melania sudah ditindaklanjuti oleh Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Papua dengan meneruskan kepada instansi terkait. Kemudian dimonitor atau diselesaikan dengan pola Respon Cepat Ombudsman (RCO).

Adapun RCO merupakan metode penyelesaian laporan secara cepat dengan koordinasi langsung ke instansi terlapor sebagai respons cepat terhadap pelayanan publik yang berisiko, misalnya membahayakan nyawa manusia.

“Aduan masyarakat terdampak Covid-19 terkait bidang keuangan diantaranya belum tersedianya informasi secara jelas mengenai kebijakan relaksasi kredit kepada masyarakat, belum adanya layanan secara jelas terkait prosedur dan mekanisme permohonan restrukturisasi kredit bagi sejumlah masyarakat yg telah memenuhi kriteria,” jelasnya.

Lembaga pengawas pelayanan publik Ombudsman Perwakilan Provinsi Papua membuka Posko Pengaduan Daring bagi masyarakat terdampak Bencana Nasional Covid-19 melalui tautan bit.ly/covid19ombudsman. Selain membuka pengaduan melalui tautan tersebut, Ombudsman juga menyediakan sarana komunikasi Aplikasi WhatsApp untuk mempermudah pelapor dalam menindaklanjuti aduannya dicall center Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Papua  Nomor: 08114822030.

Pemkot Jayapura dalam hal ini ketua Gugus Tugas Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM yang dikonfirmasi tadi malam mengakui masalah ini sudah selesai dan sudah tidak ada masalah lagi. Dimana pada tanggal 8 Juni 2020, memang Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura telah menerima surat koordinasi dari Posko Pengaduan Ombudsman RI Perwakilan Papua, isinya ada 15 orang warga Kota Jayapura tidak menerima bantuan sembako.

“Dari 15 orang ini kami sudah melakukan verifikasi ada 2 yang sudah menerima dan sisanya pemerintah siap bantu melalui Dinas Sosial dan ini sudah tidak ada masalah lagi,’’katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (23/6) kemarin.

Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura menjelaskan, selama ini pihaknya transparan dan terbuka dalam menerima pengaduan, ada juga call center yang bisa dihubungi warga Kota Jayapura yang terdampak Covid-19 yang belum menerima sembako maupun call center penanganan Covid-19.

Selain itu, adanya kunjungan dari Komisi Informasi dari Provinsi Papua dalam memberikan pendampingan selama penanganan Covid-19 tentu ini salah satu hal yang baik, karena Tim Gugus Tugas dalam bekerja tetap selalu terbuka, transparan dan bisa dipertanggung jawabkan.((fia/dil/wen)

1 thought on “27 Aduan Masuk ke Ombudsman

  1. jangan bersedih guys….karena kamu punya partner yang bisa wujudkan impianmu
    segera aja ke bola165 dan jangan lupa join now yach…
    bukan hanya wujudkan impianmu tp juga bisa bikin kamu menjadi jutawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *