Masih Ada Warga yang Belum Tersentuh Bantuan

Warga  dari RT 03 RW 08 Kelurahan Gurabesi Distrik Jayapura Utara berdiskusi dengan Danramil Jayapura Utara, Kapt Inf G. Lukas Tjoe disela-sela  penyerahan bantuan dari Koramil 1701 Jayapura Utara, Selasa (16/6) kemarin.(Gamel Cepos)

JAYAPURA – Bantuan kemanusiaan berbentuk sembako yang selama ini dibagikan oleh pemerintah melalui dinas – dinasnya semasa pandemi covid 19 di Jayapura ternyata belum sepenuhnya menyentuh lapisan masyarakat terbawah. Padahal menurut Ketua RT 03 RW 08 Kelurahan Gurabesi, Salmon Hubi masih banyak warganya yang ekonominya menengah ke bawah yang belum mendapat bantuan. Namun untungnya Selasa (16/6) kemarin kelompok yang belum menerima ini difasilitasi lewat Koramil 1701 Jayapura Utara.

“Kalau ditempat saya sebagian besar kerjanya sebagai petani, ada juga yang berjualan tapi tak banyak tapi ternyata masih banyak yang belum mendapat bantuan,” kata Salmon Hubi usai memfasilitasi warganya menerima bantuan dari Koramil 1701, kemarin. Ia menyebut pihaknya telah melakukan pendataan dan meneruskan data tersebut hanya saja saat pembagian tidak semuanya menerima. “Memang ada juga yang belum memiliki identitas e-KTP dan bisa jadi karena itu,” jelasnya.

Sementara Danramil 1701 Jayapura Utara, Kapt Inf G, Lukas Tjoe menyampaikan bahwa pihaknya hanya memfasilitasi apa yang bisa diberikan bagi warga sekitar markasnya khususnya warga yang statusnya bukan ASN melainkan pelaku usaha kecil. “Saya dihubungi pak RT nya dan diceritakan kemudian saya coba upayakan hingga terkumpul sembako yang kira – kira bisa digunakan untuk satu bulan. Jumlahnya tak seberapa tapi paling tidak bisa membantu dan saya berterimakasih kepada Pak RT nya karena cukup proaktif membangun komunikasi,” jelas Lukas Tjoe.

Perwira asal Nafri ini bahkan menyebut jika warga  sekitar mengalami kesulitan atau membutuhkan sesuatu untuk tidak sungkan menyampaikan kepada pihak koramil. “Selagi bisa kami bantu pasti kami bantu yang penting dikomunikasikan. Saya juga meminta untuk masyarakat jangan kaku dengan kantor Koramil dan anggap saja ini rumah kedua mereka sebab kami  ada untuk mendengarkan dan membantu memecahkan persoalan warga,” imbuhnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *