Petugas  PPS Diingatkan Bekerja Sesuai UU

Ketua KPU Merauke saat melantik anggota    PPS  di swiss-belHotel Merauke, Senin (15/6). Pelantikan ini setelah tahapan Pilkada serentak  tersebut dimulai  terhitung 15  Juni  2020.   (Sulo/Cepos)

Kemarin, KPU Merauke Lantik Petugas PPS

MERAUKE- Seluruh   petugas   Panitia  Pemungutan Suara  (PPS)  yang ada tingkat  kelurahan dan kampung   diingatkan  untuk  bekerja  sesuai  dengan aturan dan perundang-undangan.    

Hal ini disampaikan Ketua  KPU Kabupaten Merauke Theresia Mahuze, SH, saat melantik  PPS  se-Kabupaten Merauke   di swiss-belHotel Merauke, Senin  (15/6).  “Kita kerja   tunduk pada aturan dan undang-undang yang berlak. Karena kerja kita  sesuai dengan   aturan dan  UU. Ketika kerja  keluar dari aturan dan UU  yang berlaku  maka ada konsekuensi yang akan kita terima. Saya   pikir  bapak-ibu sudah menandatangani  pakta integritas sebelum diambil sumpah janji   tadi,” ungkap   Theresia  Mahuze.

“Ketika ada indikasi   terjadinya  pelanggaran   terhadap aturan dan perundang-undangan   maka  kami punya kewenangan   untuk mengangkat dan  memberhentikan  saudara,” sambungnya.

Theresia Mahuze  meminta  seluruh  anggota PPS yang  dilantik untuk   bekerja sama dan tidak  bekerja seperti tukang sate.   Sebab, jika  kerja sendiri-sendiri  maka tahapan sudah pasti  akan  kacau.  ‘’Ini berkaitan dengan integritas kita. Kita jangan   mudah dipengaruhi   tapi  kita harus tetap berpegang   teguh pada  aturan dan perundang-undangan,’’ jelasnya.

Theresia Mahuze menjelaskan bahwa pelantikan   ini setelah KPU  PUsat  telah  melanjutkan tahapan Pilkada serentak  tersebut mulai 15 Juni  2020 dimana pencoplosan secara serentak akan dilaksanakan 9 Desember 2020 mendatang.

Dengan   tahapan  yang dimulai  tersebut, menurutnya   KPU  RI  dengan  surat edarannya  bahwa pelantikan PPS  tersebut  paling lambat   tanggal 15 Juni 2020.  ‘’Jadi pelantikan yang kita lakukan  ini  mewakili  seluruh  anggota  PPS yang ada di 19  distrik lainnya. Kita    lakukan  pelantikan ini dengan streaming facebook   resmi KPU  dan lewat siaran  RRI yang diikuti  anggota PPS di   19 distrik. Jadi mulai  hari in bukan lagi calon PPS tapi  anggota  PPS setelahg dilantik,” tambahnya.

Begitu   juga  bagi anggota  PPD yang sebelumnya  dinonaktifkan menurut Theresia Mahuze, mulai 15 Juni 2020    diaktifkan kembali.

Pelantikan  anggota  PPS  kemarin  dilakukan dengan  mengikuti protokoler  kesehatan  yakni menggunakan   masker dan  menjaga jarak.

Ditambahkan, pelantikan PPS   ini  memiliki  moment yang sangat penting  karena dilakukan di tengah-tengah  pandemi Covid-19. ‘’Saudara-saudara memiliki tanggung jawab yang cukup berat. Selain  tanggung jawab   tugas, tapi   juga tangung jawab menjaga  kesehatan,” pungkasnya. (ulo/nat)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *