Kompetisi Belum Tahu Kapan, Yang Penting Persiapan

Para pemain Persiba Balikpapan asal Papua mendapat beberapa kabar baik seputar nasib kompetisi dan kisah kepulangan mereka ke kampung halaman.

Rutin Semprot Mes meski Pemain Belum Kumpul

Para pemain dites, peralatan yang dipakai disemprot disinfektan dulu. Ada yang sampai menyiapkan surat tugas agar bisa mengumpulkan semua pemain.

FARID S.M., JakartaW. ANDINIA, Surabaya, Jawa Pos

MANAJEMEN Persib Bandung belum mengumumkan kapan latihan akan kembali dihelat. Otomatis belum diketahui pula kapan para penggawa skuad berjuluk Maung Bandung itu bakal menghuni mes lagi.

Tapi, Zulkarnain tetap rutin menjalankan tugasnya. Mes rutin dia bersihkan, rutin pula disemprot disinfektan. ’’Bersih-bersih kamar pemain juga saya lakukan setiap hari. Agar ketika nanti pemain datang, pemain merasa nyaman,’’ kata salah seorang ofisial Persib itu kepada Jawa Pos (Grup Cenderawasih Pos).

PSSI memang belum memutuskan apakah kompetisi strata pertama (Liga 1) dan strata kedua (Liga 2) bakal kembali dihelat. Namun, Persib bukan satu-satunya tim yang sudah mulai menggeliat mempersiapkan diri.

Sejumlah personel klub Liga 1 lainnya, Bhayangkara FC, bahkan sudah memulai latihan meski atas inisiatif sendiri. Tiga kali dalam seminggu para  pemain seperti Adam Alis, Herman Dzumafo, Renan da Silva, hingga duo Korea Selatan, Lee Yu-jun dan Lee Won-jae, berlatih bersama.

COO (Chief Operating Officer) Bhayangkara FC Sumardji mengatakan, walau atas kemauan para pemain sendiri, manajemen tetap menjalankan protokol kesehatan di tempat mereka berlatih di Stadion PTIK, Jakarta. Misalnya, menyediakan tempat cuci tangan yang wajib digunakan sebelum dan sesudah latihan, penyemprotan disinfektan rutin di ruangan dan alat-alat yang dipakai, hingga pengecekan suhu tubuh sebelum masuk ke area stadion. ’’Iya, sudah semua kami jalankan,’’ katanya.

Protokol kesehatan itu sangat penting lantaran belum redanya pandemi Covid-19 di tanah air. Itu pula yang mungkin masih menjadi tarik ulur mengapa PSSI belum mengambil sikap soal kelanjutan kompetisi. Padahal, sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand sudah jauh-jauh hari mengumumkan kapan liga akan kembali berputar.

Direktur PT. Persib Bandung Bermartabat pun siap menghelat tes swab kembali sebelum memulai latihan. Sebelumnya Maung memang melakukan tes serupa. Hasilnya, striker asal Brasil, Wander Luiz, positif terkena Covid-19.

Tes swab perlu dilakukan karena sebagian besar pemain Persib sudah kembali ke kampung halaman. ’’Prosedurnya pasti begitu mereka kumpul, datang pertama kali ke Bandung pasti yang dilakukan pertama adalah PCR test, bukan rapid lagi,’’ ungkapnya.

Selama vakum kompetisi akibat pandemi, pelatih Persib Robert Rene Alberts mewajibkan para pemain untuk berlatih mandiri. Dalam evaluasi pelatih asal Belanda itu, para pemain menjalankan instruksi dengan baik.

Tapi, banyak hal yang kurang jika hanya latihan sendiri di rumah. Terutama soal sentuhan bola dan kekompakan bermain.

Karena itu, dia berharap agar Persib segera menggelar latihan jika kondisi sudah memungkinkan. Program latihan di era adaptasi kebiasaan baru (istilah yang digunakan Pemprov Jawa Barat untuk new normal). ’’Jika nanti sudah memungkinkan, kami bisa memulainya dengan membagi kelompok dan bermain tanpa kontak fisik untuk menjaga feeling ball,’’ tuturnya.

Di pelataran Liga 2, PSMS Medan juga sudah menghelat latihan meski baru diikuti 11 pemain. Ke-11 pemain itu berasal dari Medan dan sekitarnya yang hasil rapid test-nya yang dihelat klub menunjukkan nonreaktif.

PSMS memang sangat berambisi bisa promosi lagi ke Liga 1. Karena itu, mereka berusaha mempersiapkan diri sejak dini kendati Liga 2, kalaupun jadi dihelat, diperkirakan baru berputar lagi Oktober mendatang.

Manajemen PSMS juga tetap memberikan gaji walau hanya 25 persen. Komunikasi rutin pula diadakan untuk memantau hasil latihan mandiri para pemain.

PSMS beruntung karena mendapat dukungan penuh dari Pemprov Sumatera Utara (Sumut) sehingga bisa menghelat rapid test dulu sebelum mengadakan latihan. Gubernur Sumut sekarang adalah Edy Rahmayadi, mantan ketua umum PSSI.

Tapi, menurut Sekretaris Tim Julius Raja, model latihan tidak langsung ”ngegas” karena baru 11 pemain yang mengikuti. Jajaran pelatih hanya memberikan materi untuk peningkatan fisik. ’’Karena itu, diputuskan tiga hari saja seminggu latihannya. Senin, Rabu, Jumat,’’ ungkapnya.

Waktu tiga hari itu juga disebut Julius sangat ideal untuk menerapkan protokol kesehatan selama latihan. Yakni, protokol kesehatan yang sebelumnya diusulkan PSSI. ’’Sebelum dan sesudah latihan cuci tangan, kami sediakan sabun dan tempat cuci tangan sendiri,” katanya.

Selain itu, diukur suhu tubuh sebelum masuk ke ruangan. Botol minum yang disediakan langsung buang. ”Cukup detail dan memang harus kami patuhi jika ingin lancar,’’ paparnya.

Selain itu, adanya waktu libur latihan bisa dimanfaatkan PSMS dengan melakukan penyemprotan disinfektan rutin. Baik kepada alat-alat yang akan dipakai para pemain seperti bola dan gawang maupun ruangan di lokasi latihan ’’Kami juga berlakukan ketat siapa pun yang keluar masuk ke tempat latihan,’’ katanya.

Yang sekarang sedang dipikirkan PSMS adalah bagaimana bisa mengumpulkan seluruh pemain lainnya yang tersebar di berbagai daerah. Sebab, rencananya awal Juli latihan sudah diikuti seluruh anggota skuad berjuluk Ayam Kinantan itu.

Julius menjelaskan akan segera berkoordinasi dengan Pemprov Sumut soal itu. Termasuk apakah nanti dibutuhkan surat tugas kepada pemain untuk masuk ke Medan. ’’Termasuk kami akan lakukan isolasi jika pemprov meminta kepada pemain-pemain yang datang itu. Kami juga rencananya melakukan rapid test dulu sebelum mereka ikut latihan,’’ katanya. (*/c10/ttg/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *