Terjadi Perubahan Rp 1,19 Triliun

Suasana rapat yang dilakukan DPR Papua dengan TAPD Provinsi Papua di Aston Hotel, Senin (8/6). Ada perubahan anggaran yang cukup besar dari postur APBD tahun 2020 ini. ((Gamel Cepos)

JAYAPURA – Ternyata bukan anggaran sedikit untuk menangani covid 19 di Papua. Jika sebelumnya pemerintah Kota Jayapura menyampaikan bahwa hingga minggu ini telah menghabiskan anggaran sekitar Rp 9 miliar untuk  penanganan covid, maka ditingkat provinsi disebutkan ada perubahan anggaran Rp 1 triliun lebih untuk berbicara penyakit yang menyerang saluran pernafasan ini. Ini terungkap dalam rapat bersama DPR Papua dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)yang tujuannya untuk merincikan sekaligus mengawal penggunaan anggaran yang sudah berjalan 3 bulan terakhir ini.

Ketua DPR Papua, Johny Banua Rouw  menyampaikan bahwa pihaknya mengundang TAPD untuk melihat sendiri sistem penganggaran yang begitu banyak perubahan dari yang sudah disahkan. Dikatakan dari Perpu No 1 memang memberi kewenangan kepada TAPD untuk melakukan recofusing dan rekolasi tanpa harus bersama-sama dengan DPR. Namun jika membaca dua surat menteri yakni menteri keuangan dan menteri dalam negeri yang baru, ini disebutkan harus membuat laporan ke DPR dan harus dilakukan pengawasan oleh DPR.

“Nah ini bagian dari pengawasan. Kami sudah lihat ada Rp 1,19 triliun yang terpotong dari APBD untuk penangani covid ini dan perubahan ini akan kami bahas dalam APBD  perubahan,” jelasnya. Sebuah  angka yang tidak kecil tentunya apalagi dari covid kemungkinan 80 persen pekerjaan fisik juga akan dialihkan. Kata Johny DPRP sendiri tetap konsisten dari anggaran sesuai amanat dimana menyebutkan harus mengurangi 50 persen dan pihaknya sudah memotong 49,8 persen anggaran DPR Papua untuk covid. “Jika kemarin kami menyumbang Rp 20 miliar dan saat ini sudah lebih dari itu. Kami berharap dana ini digunakan dengan baik dan benar untuk menangani tiga hal. Kesehatan, jaringan sosial dan ekonomi,” bebernya.

DPRP kata Johny berharap pemerintah bisa melakukan dengan cepat agar penanganan covid bisa berjalan baik meski dalam pelaksanaan ia melihat banyak kekurangan. “Contoh minggu lalu hasil PCR sempat turun signifikan. Ini turun bukan kasusnya tidak ada tapi persediaan regent untuk melakukan PCR yang kurang, artinya pihak dinas kurang cermat dan kami tidak mau yang seperti ini terjadi. Yang jelas dari anggaran ini akan menyita banyak pembahasan untuk pengawalan tadi,” imbuhnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *