Stop Perambahan Hutan Cycloop Secara Liar

Jan Jap Ormuserai (Robert Cepos)

SENTANI-Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Jan Jap Ormuserai meminta masyarakat yang ada di kawasan Hutan Cycloop agar tidak merambah hutan lindung atau kawasan cagar alam untuk kepentingan berkebun.

“Sementara ini kita sedang menginventarisir bersama dengan cabang Dinas Kehutanan Kabupaten Jayapura, KPH Kota Jayapura,” kata Jan Jap Ormuserai kepada wartawan di Tablasupa, Sabtu (30/5).

Di samping itu, kata dia, pihaknya juga terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di bawah Kaki Gunung Cycloop untuk tidak melakukan perambahan hutan secara liar.

“Memang ini menjadi perhatian kita  untuk masyarakat agar tidak masuk ke kawasan hutan lindung atau daerah cagar alam di Pegunungan Cycloop, ,”katanya.

Lanjut dia, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab Jayapura untuk melakukan pembatasan terhadap aktivitas masyarakat yang diketahui melakukan perambahan hutan lindung dan wilayah cagar alam khususnya di sekitar Gunung Cycloop.

“Beberapa waktu lalu, Bapak Bupati Matius Awoitauw  dan Bapak Walikota Benhur Tommy Mano mengingatkan kepada masyarakat supaya tetap waspada di tengah pandemi Covid-19 ini, kita harus hati-hati dan waspada karena kalau tidak, bisa saja kasus banjir bandang kembali terjadi,” tegasnya.

Menurutnya, sampai saat ini aktivitas perambahan  di kawasan Hutan Cycloop lebih banyak terjadi di bagian depan kawasan Pegunungan Cycloop atau tepatnya di wilayah Distrik Sentani.

Sehubungan dengan itu, ia mengakui bahwa sejauh ini pihaknya belum mengambil langkah tegas untuk menghentikan aksi masyarakat yang melakukan pembukaan lahan perkebunan di kawasan itu. Upaya pendekatan secara persuasif masi terus dilakukan dengan harapan agar masyarakat ini bisa menyadari dan menindaklanjuti setiap imbauan yang sudah diberikan oleh pemerintah untuk menjaga kawasan hutan lindung dan cagar alam Pegunungan Cycloop. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *