TPNPB-OPM Klaim Tidak Lakukan Penembakan di Intan Jaya

Sebby Sambom

Secara terpisah, Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom menyatakan, kejadian yang terjadi di Intan Jaya tidak benar dilakukan oleh TPNPB-OPM. Ia justru menyebut itu adalah propaganda atau adu domba yang dilakukan oleh TNI-Polri.

“Sampai saat ini, tidak ada bukti atas fitnah oleh TNI-Polri terhadap TPNPB,” ucap Sebby kepada Cenderawasih Pos, Senin (1/6).

Lanjut Sebby, terkait siapa pelakunya harus buktikan di depan hukum. Jika tidak, maka TNI- Polri hanya melakukan fitnah melalui propaganda di media.

“Orang asli Papua yang sering difitnah oleh TNI-Polri atau kata lain sreing disebut milisi barisan merah putih  bentukan TNI-Polri di Papua seperti East Timor dulu, jadi itu sedang terjadi di Papua,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Jumat (22/5), terjadi penembakan terhadap dua tenaga medis yang tergabung dalam tim gugus tugas Covid-19, dimana keduanya ditembak di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya.

Penembakan tersebut menyebabkan Heniko Somou, pegawai Kesehatan Kabupaten Intan Jaya meninggal dunia dengan luka tembak di bagian paha. Sementara rekannya Almelek Bagau yang juga Pegawai Kesehatan Kabupaten Intan Jaya tertembak di bagian kaki dan mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. (tim/nat)

1 thought on “TPNPB-OPM Klaim Tidak Lakukan Penembakan di Intan Jaya

  1. Peristiwa tersebut disaksikan masyarakat setempat,jangan buat pernyataan yang aneh aneh,TPNPB sering membuat bantahan yang tidak benar dan membuat berita hoax sebagai propaganda.Sekarang zaman android,inforasi terbuka lebar,percuma buat cara2 propaganda,propaganda adalah teknik kuno sebelum zaman hand phone dan android ada.TPNPB membunuh dan memutilasi Yunus Sani,TPNPB klaim Yunus Sani mata mata,masyarakat lebih tau .Kamu TPNPB sudah hancur dimata Dunia karena bukti bukti kejahatan anggota TPNPB sendiri.TNI Polri dan masyarakat sudah bosan dan muak dengan kelakuan TPNPB,berhentilah sebelum terlambat,tidak lama lagi akan ada serangan habis habisan terhadap KKB oleh TNI Polri dan masyarakat,pembersihan total,tidak satu orangpun dapat lolos melarikan diri ke Papua Nugini ,semua nanti pagar betis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *