Marinus: Pelaku berasal dari kelompok Lekagak Telenggeng

Akademisi Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Marinus Yaung

Penembakan dua tenaga medis di distrik Wandai Kabupaten Intan Jaya yaitu, Heniko Somou dan Almalek Bagau beberapa waktu lalu menuai kecaman. Salah satunya dari  akademisi Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Marinus Yaung.

Marinus Yaung berpendapat bahwa dalam konflik, seharusnya kelompok kesehatan, para guru maupun missionaris tidak disentuh dalam kemelut kepentingan tersebut. Namun karena sudah terjadi sehingga dikatakan perlu ada pihak yang bertanggung jawab.

Marinus menganalisa dan menarik kesimpulan bahwa pelaku penembakan bukanlah dari kelompok TNI-Polri  ataupun kelompok TPNPB  pimpinan Daminanus Yogi dan Otto Yogi, melainkan kelompok Lekagak Telenggeng. “Saya mencari beberapa sumber informasi untuk memastikan ini dan melihat story yang pernah ada, akhirnya saya berani menyimpulkan demikian. Pelaku berasal dari kelompok Lekagak Telenggeng,” bebernya, Sabtu (30/5).

Catatannya, lokasi Wandai merupakan lokasi pertemuan sekaligus persinggahan kekuatan militer tiga kelompok TPNPB. Pertama kelompok Lekagak Telenggeng dalam dua tahun terakhir ini yang selalu melakukan penembakkan. Meski demikian wilayah Intan Jaya masuk dalam daerah operasi kelompok Egianus Kogeya di Nduga dan kelompok Daminanus Yogi dan Otto Yogi di Paniai. Tapi dikatakan baik kelompok Egianus dan Damianus Yogi serta Otto Yogi sudah lama tidak beroperasi di lokasi ini dan yang aktif melakukan serangan sporadis di Intan Jaya hingga kini adalah kelompok Lakagak Telenggeng.

“Jadi  jangan berdalih atau melempar tuduhan bahwa pihak TNI dan Polri yang menembak untuk menutupi kesalahan. Alasan saya menyimpulkan kelompok Lekagak Telenggeng yang menembak karena mereka saat ini memiliki konflik kepentingan dengan kelompok TPNPB Paniai Daminanus dan Otto Yogi,”  kata Yaung.

Kelompok OPM Paniai menurutnya menolak kepemimpinan Lekagak Telenggeng dan tidak mau tunduk dibawah komandonya. “Ada memang sejarah konflik kepentingan diantara almarhum Tadius Yogi dengan Goliat Tabuni yang menjadi riset saya di Universitas Padjajaran Bandung sekarang. Karena itu, kalau ada orang Mee yang coba melarang atau menghalangi aktivitas TPN OPM dari kelompok Laa Pago, maka dia bisa dijadikan target penembakan. Inilah salah satu titik kelemahan kekuatan militer OPM,” bebernya.

Iapun menyarankan agar TPN-OPM baik yang di Paniai, Mimika, Nduga, Puncak Jaya, dan Pesisir pantai Utara Papua untuk tidak gegabah dalam berjuang. Sebab tanpa simpati dan dukungan internasional maka Papua tidak akan pernah merdeka.

Masyarakat internasional sudah sepakat bersama dalam Konvensi Jenewa tahun 1949  untuk melindungi tenaga medis, tenaga kemanusian dalam setiap konflik senjata. “Jadi kalau TPN-OPM bertindak melawan atau bertentangan dengan Konvensi Jenewa, siapa yang mau memberi simpati dan menolong. Perang modern maupun perang tradisional dan perang suku semuanya ada aturan main. Bagi dan siapa melanggar aturan main pasti kena sanksi,” pungkasnya.(ade/nat)

1 thought on “Marinus: Pelaku berasal dari kelompok Lekagak Telenggeng

  1. pemasukan berkurang atau gaada pemasukan di masa pandemi virus corona? QQHarian menjadi solusi yang tepat untuk anda. bisa cari atau serach di google yaa. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *