Lagi, Polsek Abepura Serahkan Tersangka Secara Online ke Kejaksaan

Tersangka berinisial PE yang melakukan tindak pidana penganiayaan dan membiarkan orang yang membutuhkan pertolongan sampai meninggal dunia, saat menadatangani berita acara penyerahan tersangka secara online ke Kejaksaan yang dilakukan oleh Polsek Abepura, Sabtu (30/5) lalu. (Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Untuk mencegah risiko penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kota Jayapura, maka pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Abepura kembali lagi menyerahkan tersangka berinisial PE (49) yang melakukan tindak pidana penganiayaan da meninggalkan orang yang memerlukan pertolongan, sehingga meninggal dunia secara online kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Negeri Jayapura, Sabtu (30/5) lalu.

Penyerahan tersangka secara online ini dilakukan langsung oleh penyidik pembantu Polsek Abepura, Bripka. H Patabang dan Briptu Muhamad Aprizal Jintang dan diterima secara online oleh JPU Kejaksaan Negeri Jayapura, Obeth Ansanay, S.H.

Kapolsek Abepura, AKP Clief Gerald Philipus Duwith melalui Kanit Reskrim Polsek Abepura, Iptu Jetny. L Sohilait mengatakan, pihaknya menyerahkan tersangka tindak pidana penganiayaan dan meninggalkan orang yang memerlukan pertolongan sehingga meninggal dunia secara online kepada pihak JPU di Kejaksaan Negeri Jayapura.

“Jumat (29/5) kemarin kita sudah serahkan satu tersangka secara online, maka Sabtu (30/5) ini kita kembali menyerahkan tersangka secara online kepada JPU di Kejaksaan Negeri Jayapura,” katanya kepada Cenderawasih Pos.

Menurut Sohilait tindak pidana kasus penganiayaan dan membiarkan orang yang memerlukan pertolongan sehingga mengakibatkan meninggal dunia ini terjadi pada tanggal 18 Januari 2020 di kawasan wisata tradisional di Teluk Youtefa.

Lebih lanjut, Sohilait menjelaskan bahwa kejadian tindak pidana ini terjadi saat korban  Alfred Kusame (54) bersama tersangka PE dan tersangka sebelumnya YGB duduk mengkonsumsi miras di tempat kejadian perkara (TKP). Tak lama kemudian korban dan tersangka terjadi cek-Cok adu mulut, sehingga tersangka memukul korban menggunakan botol miras kosong jenis Whyski Robnson (Whiro) sebanyak satu kali dan mengenai tepat di bagian kepala atas korban. Kemudian korban terjatuh ke dalam air laut di TKP dalam keadaan tidak berdaya.

“Melihat korban dalam keadaan tak berdaya, tersangka bersama tersangka sebelum YGB bukannya menolong atau melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian terdekat, tetapi malah meninggalkan korban,” jelasnya.

Sohilait mengatakan, setelah itu berselang beberapa jam kemudian datanglah saksi Muh. Efendi ke TKP dengan tujuan ingin mancing, tetapi saat itu saksi sempat menye ter ke bawah jembatan dan melihat korban sudah tidak bergerak di dalam air laut. Selanjutnya saksi langsung ke Kantor Polisi Polsek Abepura untuk melaporkan peristiwa tersebut.

“Setelah itu pihak kepolisian datang ke TKP melihat korban sudah tidak bernyawa (meninggal dunia) dan di bagian kepala korban di temukan luka sobek, sehingga korban langsung dievakuasi ke RS. Bhayangkara untuk dilakukan penanganan medis dan tersangka di tangkap dilakukan penyelidikan guna dilakukan proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Berdasarkan barang bukti (BB) dan hasil pemeriksaan saksi-saksi, maka Sohilait menyatakan, tersangka terbukti melakukan penganiayaan dan membiarkan orang yang membutuhkan pertolongan sampai meninggal dunia (MD), sehingga tersangka terbukti melakukan tindak pidana dan dijerat dengan Pasal 306 Ayat 2 KUHP dan Pasal 351 Ayat 3 KUHP dengan ancaman pidana 9 tahun penjara. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *