Ini yang Dikhawatirkan Kriminolog Jika Pandemi Tak Berakhir

Dosen Kriminologi FH Uncen. DR Basir Rorohmana

JAYAPURA – Berbagai kekhawatiran mulai bermunculan seiring angka pandemi covid 19 yang hingga kini belum juga menunjukkan angka yang menggembirakan. Masih terus naik dan jumlah pasien terus bertambah. Parahnya lagi penularan ini bukan lagi dari luar tetapi sudah ada ditingkat lokal atau dari dalam. Jika tak kunjung teratasi maka dikhawatirkan ada sejumlah dampak sosial yang bermunculan.
“Saya melihat seperti itu, peluang ini sangat terbuka dimana kebijakan penanggulangan Corona dimulai dari aspek kesehatan dan kini merembet ke ekonomi kemudian ke sosial. Bahkan ke depan bisa ke kamtibmas termasuk ke politik. Itu sangat mungkin terjadi,” kata DR Basir Rorohmana, salah satu kriminolog menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos. Pria yang juga menjadi dosen hukum di Uncen ini melihat hal lainnya bisa saja dampak yang disebut di atas tak lagi melihat one by one tetapi bisa saja terjadi secara simultan dalam arti tidak harus apsek kesehatan lalu ke ekonomi kemudian ke kamtibmas tapi masing – masing bisa berjalan mendahului.
Ini kata Basir bisa muncul karena kebijakan pembatasan pembatasan yang kemudian bisa dibilang banyak hak-haknya masyarakat yang juga dilanggar. Dosen yang sering dilibatkan dalam membuat Perda ini berpendapat bahwa kebijakan menutup akses transportasi baik udara maupun laut diyakini tak bisa berlaku lama. Pasalnya masyarakat akan menilai bahwa dengan penutupan ini ternyata angka penularan bukan menurun tetapi justru bertambah. Artinya tak banyak efek yang diberikan malah mengganggu perekonomian.
Masyarakat bisa berpandangan bahwa ini gagal. “Yang saya takutkan adalah ketika ada yang memilih untuk hidup diluar normal. Disaat pemerintah mendorong istilah baru, new normal tapi ada yang karena jenuh, stres akhirnya membuat gaya hidup sendiri dan itu di luar normal. Tak mau mengikuti aturan karena merasa terlalu dibatasi tadi,” beber Basir. Lalu Basir juga mengomentari kebijakan pemerintah kota dengan memberikan sanksi kepada yang tidak menggunakan masker saat ini dirasa tidak efektif dan kurang tepat sebab menurutnya yang namanya sanksi harus memiliki tiga hal.
Pertama harus bertahap, kedua beropsi atau memiliki pilihan dan ketiga proporsional. “Tidak mungkin pemulung diberi denda Rp 50 ribu , mending dia melawan jadi pendapat saja pekerjaan sosial lebih tepat tapi sekali lagi kejenuhan ini yang bahaya dan manusia pasti ada titik sabar atau jenuh. Ini bisa berbentrokan dengan psikologis yang luar hanya akibat pembatasan – pembatasan sehingga pendapat saya perlu sebuah kebijakan yang bersifat masive namun tidak melulu membatasi, kita tunggu saja apa lagi kebijakannya,” imbuh Basir. (ade)

1 thought on “Ini yang Dikhawatirkan Kriminolog Jika Pandemi Tak Berakhir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *