Gelapkan Beras Bansos, 3 Orang Sopir Dibekuk Polres Keerom

Barang bukti beras dan truk yang diduga digunakan untuk pengelapan bansos saat diamankan di Mapolres Keerom, Minggu (31/5).

KEEROM- Kepolisian Resort Keerom meringkus 3 orang pelaku berinisial YB (40), SB (25) dan MS (51) karena menggelapkan bantuan sosial beras yang ditujukan kepada masyarakat di Kabupaten Keerom, mereka sengaja mengurangi 30 sak beras jadi berukuran 1300 Kg untuk dijual kembali sabtu (30/5) kemarin.

 

Dari informasi yang dihimpun media ini, Berdasarkan bukti DO (Delivery Order) yang diperoleh dari Subdit Tipidkor Dit Reskrimsus Polda Papua bahwa ada indikasi penggelapan beras Bulog untuk Bansos Covid-19, Timsus Polres Keerom dipimpin langsung Oleh Kasat Reskrim Polres Keerom Iptu Bertu Haridyka, Sik melakukan hunting dan tepatnya di jalan Poros Arso VII Kabupaten Keerom, tim mendapati 3 buah Truk pengangkut beras bansos.

 

Kemudian tim melakukan pengecekan dan mendapati beberapa karung beras yang tidak lagi sesuai dengan berat semestinya. Selanjutnya tim membawa truk dan sopir beserta keneknya ke Mapolres Keerom guna penyidikan lebih lanjut

Adapun hasil interogasi terhadap supir truk terungkap bahwa sopir truk YB menjual beras dengan cara mengurangi isi dari beberapa karung beras dan mendapatkan uang sebesar Rp 1.600.000,- . Kemudian ia juga menurunkan beras sebanyak 5 (lima) karung di warung bakso Koya Kota Jayapura , untuk pelaku Supir truk SB menitipkan 10 karung beras kepada kakaknya dengan inisial SS untuk dijualkan

 

Pelaku lainnya yang juga seorang sopir MS terlibat menjual beras sebanyak 10 karung dan mendapatkan uang sebesar Rp 4.000.000

 

Kapolres Keerom AKBP.Baktiar Joko, SIK, M.M kepada Cenderawasih Pos via selulernya membenarkan adanya penangkapan 3 orang yang menyalahgunakan bantuan sosial dalam Pandemi Covid -19 di Kabupaten Keerom. Saat ini tiga pelaku telah diamankan di rutan Polres Keerom.

 

“Benar kita amankan 3 orang, setelah kita dapat laporan dari masyarakat jika bantuan beras bansos itu ada yang mengurangi setelah ditelusuri benar,”ungkapnya minggu (31/5) kemarin.

 

Baktiar menyebutkan dari barang bukti yang diamankan terdapat Uang tunai sebesar Rp 5.600.000 dari hasil penjualan beras sebanyak 4 karung dari 30 karung yang digelapkan untuk dijual, sementara beras yang belum terjual ada 26 karung Beras bulog sebesar 1300 kg, 3 lembar surat pengantar jalan (delivery order) beras ,

1 unit truk Canter warna Kuning Nopol PA 8816 AH, 1 unit truk Toyota warna merah Nopol DS 9991 A, dan 1 unit truk Toyota warna hijau tanpa nomor polisi.

”Kami sudah melakukan pemeriksaan kepada saksi yang tidak lain ada kenek dari para sopir itu, kami juga bakal berkoordinasi dengan Dinsos Kabupaten Keerom terkait mekanisme pengiriman bansos,”bebernya.

Tiga pelaku ini diancam pasal 78 jo pasal 65 UU No 24 thn 2007 ttg penanggulangan bencana dan pasal 372 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, para pelaku juga cenderung melakukan hal ini karena Kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi, nanum Dinsos Kabupaten Keerom namun tidak pernah melaporkan dan cenderung membiarkan hal tersebut terjadi. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *