Freeport Terbitkan Buku Saku Pencegahan Covid-19

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas. Dok. PTFI for Cepos

JAYAPURA-PT Freeport Indonesia telah menerbitkan “Buku Saku Cegah Covid-19” sebagai pegangan atau tuntunan praktis bagi semua karyawan dan keluarga besar PTFI dalam mencegah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah operasi pertambangan, perkantoran, barak-barak, rumah tinggal dan lingkungan sekitar.
Buku Saku yang terdiri dari 25 halaman tersebut didahului amanat Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas dan Direktur- EVP, Chief Operating Officer, Mark Johnson. Mengawali pesannya, Tony Wenas
mengatakan, bahwa krisis kesehatan yang terjadi saat ini akibat pandemi Covid-19, telah berdampak luas pada kehidupan kita sehari-hari.

“Karena itu, PTFI juga telah menyediakan sistem dan peralatan medis yang baik untuk mendeteksi dini penularan virus ini dan juga telah mengarahkan semua kita untuk mengikuti protokol-protokol kesehatan yang ada.”ungkapnya dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos.

Walaupun saat ini, lanjut Tony Wenas, belum ditemukan vaksin antivirusnya, PT FI akan dapat memutuskan mata rantai penyebaran virus dengan secara disiplin mengikuti protokol-protokol kesehatan yang ada, termasuk menjaga jarak sosial, menggunakan masker, membasuh tangan sesering mungkin, menjaga kesehatan dan lain sebagainya.

Buku Saku ini merupakan informasi bimbingan praktis untuk setiap kita agar lebih mengerti dan memahami dalam bertindak sehingga kita dapat terhindar dari penularan Covid-19 di area kerja kita.

“Saya bangga akan ketangguhan dan kegigihan seluruh karyawan dalam menghadapi pandemi ini meskipun banyak keterbatasan bagi kita dalam melakukan pekerjaan dan kegiatan kita sehari-hari. Saya yakin, kita bersama-sama sebagai keluarga besar PTFI dengan penuh semangat dan ketekunan, akan dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di area kerja kita dan dapat melewati masa-masa sulit ini dengan selamat dan tetap sehat,” kata Tony Wenas.
Mengakhiri pesannya itu, Tony Wenas sangat menyadari bahwa tanpa campur tangan Tuhan Yang Maha Kuasa, maka sia-sialah semua usaha dan karya manusia ciptaanNya. Karena itu, tidak lupa Presdir PTFI ini dengan khusuk memanjatkan Doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kiranya terus memberkati semua karyawan dan keluarga besar PTFI.

Sementara itu, Direktur-EVP, Chief Operating Officer PTFI, Mark Johnson dalam pesan singkatnya terus memberikan semangat dan optimisme kepada semua karyawan dan keluarga besar PTFI di dalam situasi yang amat sulit ini dimana bencana non-alam Covid-19 tidak hanya melanda areal operasi PTFI saja tetapi melanda umat manusia di muka bumi ini .

“Perusahaan ini dan para pekerjanya kuat, berkomitmen dan mampu. Keluarga Besar PTFI telah menunjukkan ketahanan luar biasa yang mampu menopang dalam mengatasi kesulitan dan ketidakpastian pandemi ini,” kata Mark Johnson mengawali pesan singkatnya dengan nada yang menguatkan setiap karyawan PTFI.

Dia menegaskan bahwa masalah pandemi Covid-19 ini sangatlah serius dan karena itulah kita semua harus menanganinya dengan serius pula. Dengan mengerti dan mengambil langkah-langkah nyata seperti yang termaktub di dalam buku kecil ini maka semua karyawan dapat melindungi dirinya sendiri, keluarganya, teman sekerja, dan perusahaan.

Mark Johnson tidak lupa menyampaikan banyak terimakasih atas usaha dan dukungan semua karyawan dan keluarga besar PTFI sambil tetap berharap semuanya menjaga kesehatan dan keselamatan.
Adapun tema-tema pembahasan dalam Buku Saku ini antara lain pengertian tentang Covid-19; cara penularan; tanda dan gejala Covid-19; pencegahan Covid-19; tindakan apa saja yang harus dilakukan jika mengalami gejala Covid-19; karantina mandiri dan isolasi diri, jaga jarak fisik, menggunakan masker, cuci tangan yang benar, memakai masker yang benar dan berbagai petunjuk praktis lainnya.

Menanggapi telah terbitnya Buku Saku – petunjuk praktis mencegah pandemi Covid-19 yang diterbitkan PTFI, tokoh pemuda dan intelektual muda Orang Asli Papua, Habelino Sawaki mengatakan, langkah yang dilakukan PTFI dengan menerbitkan Buku Saku mencegah Covid-19 merupakan wujud nyata komitmen perusahaan tambang mineral itu pada keselamatan hidup banyak orang, pertama-tama keselamatan nyawa karyawannya, keluarga serta semua orang yang bertemu dan berpapasan dengan mereka.

“Covid-19 adalah penyakit menular yang begitu cepatnya menelan nyawa manusia, sehingga apabila Freeport dengan berbagai cara terus menerus berupaya menyelamatkan karyawan dan keluarga besarnya dari pandemi ini berarti Freeport telah ikut memberikan sumbangsih paling mulia dalam menyelamatkan nyawa umat manusia di muka bumi ini, khususnya di Tanah Papua,” kata Habelino – alumni Universitas Pertahanan (Unhas) itu.

Salah seorang pendiri Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia (Gemapi) ini berpendapat, apabila PTFI adalah perusahaan pertama di Indonesia atau paling kurang di Tanah Papua yang berhasil menerbitkan Buku Saku – pegangan praktis mencegah pandemi Covid-19 untuk diberikan kepada semua karyawan dan keluarga karyawannya, berarti perusahaan-perusahaan lainnya pun harus mencontohi perbuatan baik ini demi keselamatan nyawa manusia.

PTFI, lanjut Habelino, bukanlah sebuah perusahaan tambang mineral yang baru berdiri kemarin petang di Tanah Papua dan Indonesia, tetapi telah beroperasi sejak tahun 1967 sehingga sudah sangat “kenyang” makan “asam-garam” dalam menghadapi berbagai bencana alam dan kali ini bencana non-alam, sehingga sangat cepat pula mengambil langkah-langkah praktis dan jitu untuk menyelamatkan nyawa karyawan dan keluarga karyawan dan nyawa semua orang di sekitarnya.

Di dalam situasi sangat sulit ini, Freeport terlihat sangat tangguh dan selalu optimis serta tampil bersahabat menghadapi berbagai terpaan badai bencana alam dan non alam serta tsunami politik yang ingin menghancurkannya.

“Untuk itu, kiranya Freeport terus memegang prinsip ini, yaitu apabila yakin bahwa apa yang anda kerjakan itu adalah Baik untuk banyak orang, maka lakukanlah itu demi Kebaikan itu sendiri. Dan apabila anda yakin seyakin-yakinnya bahwa apa yang dilakukan ini adalah Benar dan bermanfaat bagi banyak orang, maka lakukanlah itu demi Kebenaran dan Kemaslahatan banyak orang. Pantanglah mundur sebelum bertarung!” tegas Habelino. (*/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *