445 Atlet Utama Tetap Lakukan TC Sentralisasi

Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya.

JAYAPURA – KONI Papua telah menentukan nama-nama atlet yang merupakan atlet utama dan tetap melaksanakan TC sentralisasi di tengah Pandemi Covid-19. Dari 1.028 atlet yang ada di Papua dan luar Papua, sebanyak 445 atlet yang merupakan atlet utama atau atlet prioritas medali. Selebihnya, merupakan atlet madya yang akan menjalani TC sentralisasi atau latihan mandiri dari rumah.

Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya, mengatakan, bahwa ia telah menerima data dari tim trisula. Menurutnya, atlet utama ialah atlet yang memiliki prestasi mentereng dalam dua tahun terakhir, atau prestasi di PON XIX Jawa Barat. Atau atlet yang menunjukan peningkatan selama menjalani TC.

“Kita sudah meminta masukan dari setiap cabor yang sedang TC, sehingga pelatih lebih mengetahui atlet mana yang dikategorikan atlet utama. Sehingga data itu sudah ditampung dan hasilnya sudah kita dapatkan, dari 1.028 atlet yang TC di Papua dan luar Papua itu kurang lebih 445 atlet yang dikategorikan sebagai atlet utama yang akan menjalani TC sentralisasi,” ungkap Kenius kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (29/5) siang kemarin.

“Selebihnya itu kita kembalikan untuk latihan dari rumah, atau kita namakan desentralisasi. Artinya mereka tetap latihan tapi tidak pemusatan,” sambungnya.

Kenius menjabarkan, dari 445 atlet unggulan yang ada di Papua dan luar Papua, terdiri dari 52 atlet cabang olahraga Akurasi, 52 atlet Beladiri, 83 atlet terukur dan 259 atlet permainan.

“Dari 37 cabor, untuk atlet utama di Jayapura kategori akurasi 3 atlet, Beladiri 39 atlet, terukur 55 atlet, permainan 209 atlet. Untuk di luar Papua, Akurasi 48 atlet, Beladiri 13 atlet, Terukur 28 atlet dan Permainan 50 atlet. Jadi total semua 445 atlet yang menjalani TC sentralisasi,” jelasnya.

Menurut Kenius, penerapan TC sentralisasi dan desentralisasi mulai diterapkan pada awal Juni 2020. “Tahun depan, kita perkirakan di bulan Februari atau Maret semua kembali pemusatan,” ujarnya.

Kenius juga membeberkan, meski atlet madya melakukan latihan dari rumah, namun mereka tetap menerima hak-hak yang sama dengan para atlet yang menjalani TC sentralisasi.

“Hak-hak mereka tetap dapat, mereka mendapatkan hak yang sama dengan atlet yang mengikuti TC sentralisasi, karena mereka terdaftar sebagai atlet PON, walaupun latihannya dari rumah tapi hak mereka tetap kita bayarkan full,” tandasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *