Teteskan Air Mata Terima Bantuan Gereja

Proses penyerahan bantuan material pembangunan gedung gereja yang dilakukan Komisi IV DPR Papua dan diterima pengurus gereja di Arso VIII, Kamis (28/5). Direncanakan tahun ini gereja GPDI Jemaat Efata ini akan tuntas.(Gamel/Cepos)

JAYAPURA – Pembangunan gereja GPDI Jemaat Efata Arso VIII yang hingga kini belum rampung dan sempat terkatung – katung selama 12 tahun nampaknya bakal segera rampung. Ini setelah Komisi IV DPR Papua bersama Sekwa, Juliana Waromi menyambangi langsung lokasi pembangunan gereja dan menyerahkan bantuan material di Arso.

   Pdt Chadinus Hisage  yang juga menjabat sebagai Sekretaris Wilayah GPDI Keerom Barat terlihat meneteskan air mata dan memberhentikan sambutannya setelah melihat rombongan Komisi IV datang membawa bantuan. Ia terharu sebab meyakni dengan bantuan ini maka gereja akan segera beroperasi dengan normal dan nyaman. “Kami membutuhkan uluran tangan dari Tuhan dan hari ini Komisi IV termasuk ibu  Sekwan, Juliana Waromi datang langsung memberikan langsung memberikan bantuan itu sangat luar biasa. Ini pekerjaan Tuhan dan memang sebaiknya perlu lebih banyak  rumah Tuhan di tanah  yang diberkati ini,” kata Pdt Chadinus disela-sela penerimaan bantuan, Kamis (28/5).

   Gereja ini awal peletakan batu pertamanya dilakukan tahun 2008 dan saat ini dinding, lantas belum dituntaskan. Jendela dan pintu juga belum ada termasuk plavon. “Dari bantuan ini semoga tahun 2020 ini sudah rampung, sekali lagi Tuhan menggerakkan hati pejabat – pejabat ini,” jelasnya. Wakil Ketua Komisi IV, Thomas Sondegau didampingi Sinut Busup menyampaikan bahwa dirinya bangga bisa diterima di gereja.

  “Selama ini kalau berkunjung saya selalu diterima di aula atau ruang rapat, tapi saat ini saya diterima di gereja, saya bangga sekali,” jelas Thomas. Sinut menambahkan bahwa ia cukup mengetahui gereja ini dibangun dari hasil jualan petani meski ada bantuan juga yang diterima dari pemerintah. “Kadang masyarakat ke pasar lalu menjual sayur pepaya dan sebagian disisihkan. Ini hasilnya,” singkatnya.    

   Sementara DR Juliana Waromi mengatakan secara pribadi ia tak bisa melihat gereja dari tahun ke tahun hanya berproses dalam pembangunan.

“Kalau yang namanya gereja entah mengapa saya selalu tertarik untuk hadir meski sebenarnya kami ada undangan kegiatan lain, sepertinya saya dituntut untuk harus hadir dan ikut membantu,” pungkasnya.  Kegiatan ini juga dihadiri pimpinan GPDI  wilayah Papua, Boy Dawir dan anggota Komisi IV, Jansen Monim (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *