Boleh Berlakukan New Normal di Papua tapi….

Sosiolog Universitas Cenderawasih, Dr. Drs. Avelinus Lefaan, M.S, (Yewen/Cepos)

Secara terpisah, Sosiolog Universitas Cenderawasih, Dr. Drs. Ave Lefaan, MS mengatakan, new normal boleh saja diberlakukan di Papua. Tetapi harus tetap memperhatikan instruksi pemerintah tentang social distancing, physical distancing. Agar pencegahan dan pengendalian terhadap virus Corona atau Covid-19 dapat tetap dilakukan di Provinsi Papua.

Menurut Lefaan, pemberlakuan new normal di Papua sendiri harus dilakukan secara bertahap. Terutama di ruang- ruang publik yang ada di Papua dengan tetap memperhatikan anjuran yang telah dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan maupun oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang ada di Papua.

“Intinya new normal boleh diberlakukan di Papua, tetapi harus dilakukan bertahap dan secara pelahan-lahan. Terutama di areal-areal publik seperti sekolah, pusat-pusat perekonomian, perkantoran, dan ruang-ruang publik lainnya dengan tetap menjaga social distancing, physical distancing, memakai pasker, pemeriksaan suhu tubuh, dan lain sebagainya,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (27/5).

Lefaan menjelaskan bahwa virus Corona ini telah memengaruhi sendi-sendi kehidupan. Tidak hanya dari segi kesehatan, tetapi lebih dari itu telah memengaruhi kondisi ekonomi di seluruh wilayah di Indonesia, khususnya di Papua. Lebih dari itu, virus Corona juga memengaruhi kehidupan sosial masyarakat di Papua.

Oleh karena itu, new normal yang dilakukan pemerintah merupakan langkah yang baik dalam rangka menghidupkan kembali kehidupan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat dengan tetap membangun kehidupan masyarakat yang baru dengan pola hidup yang sehat.

Hal ini sebagai bagian dari membangun Indonesia dalam kehidupan normal yang baru. “Untuk Papua kita harus punya data tentang penyebaran virus Corona mulai dari provinsi, kabupaten/kota, distrik, kampung, kelurahan, sampai ke RT/RW, sehingga daerah-daerah yang penyebaran Covid-19 masih cukup tinggi bisa diberlakukan karantina dan daerah-daerah yang penyebaran Covid-19 rendah bisa diberlakukan new norma dengan tetap berpedoman pada instruksi pemerintah,” jelasnya.

Ketua Jurusan Sosiologi Universitas Cenderawasih (Uncen) ini juga mengatakan, untuk transportasi udara (pesawat) dan transportasi  (laut) bisa dibuka kembali. Tetapi dengan catatan harus diperketat pemeriksaan terhadap para penumpang yang berangkat maupun datang ke Papua dan harus dipastikan kondisinya negatif dan bebas dari Covid-19.

“Bandara dan pelabuhan boleh dibuka dengan kondisi new normal di Papua, tetapi harus diperketat bandara dan pelabuhan, sehingga penumpang yang berangkat dan datang harus di tes secara rapid tes maupun swab tes untuk memastikan dirinya bebas dari virus Corona,” ujarnya. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *