Polisi Masih Lakukan Penyelidikan Warga yang Meninggal di Hamadi

Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas saat berada di rumah duka yang selanjutnya menuju lokasi pemakaman di Tanah Hitam, Selasa (26/5). Elfira/Cepos

JAYAPURA- Aksi pemalangan yang dilakukan warga Jalan Amphibi, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan pasca meninggalnya Justinus Silasa Dimara (25) yang diduga akibat semprotan mobil water Canon, akhirnya dibuka. Setelah Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Gustav R. Urbinas turun langsung ke TKP dan melakukan negosiasi dengan pihak warga termasuk keluarga korban, Selasa (26/5).

Sebelumnya, aksi pemalangan yang dilakukan warga sejak Senin (25/5) malam pasca kejadian. Hingga berlanjut pada pukul 06.00 WIT. Namun, pemalangan berhasil dibuka pukul 09.00 WIT setelah ada komunikasi antara pihak kepolisian Polresta Jayapura Kota.

Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Gustav R. Urbinas menyampaikan, pemalangan yang dilakukan warga merupakan aksi kekecewaan pasca kejadian meninggalnya Silasa Dimara. “Pemalangan hanya berjalan tiga jam setelah itu dibuka,” jelasnya.

Terkait dengan insiden ini, anggota Kepolisian Polresta Jayapura Kota akan melakukan penyidikan lebih lanjut, pasca meninggalnya Justinus Silasa Dimara warga Jalan Amphibi Kelurahan Hamadi yang diduga akibat semprotan mobil water Canon

“Korban meninggal akibat benturan di kepala usai terjatuh di tangga ruko. Kita juga akan melakukan pendalaman terkait penyebabnya oleh Polsek, Polresta dan Polda Papua,” jelasnya.

Kapolresta sendiri belum bisa menyampaikan penyebab kematian korban. Apakah akibat semprotan langsung dari water canon atau tidak.

Gustav Urbinas mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan.”Kita tunggu hasil pemeriksaan dan barang bukti petunjuk dari rekaman CCTV. Apakah yang bersangkutan meninggal akibat semprotan langsung atau menghindar karena panik kemudian jatuh,” terangnya.

Ia juga menyampaikan bahwa meninggalnya Justinus Silasa Dimara telah diterima pihak keluarga.

“Saya termasuk Keluarga dari korban. Intinya hari ini kami masih fokus dengan pemakaman korban, saya pastikan kasus ini akan objektif. Terutama kasus ini kami akan laporan kepada pimpinan,” bebernya.

Sementara itu, pantauan Cenderawasih Pos di lapangan, Jalan Amphibi Kelurahan Hamadi sudah bisa dilalui kendaraan. Jenazah sendiri dimakamkan di Tanah Hitam. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *