Hari Kedua, Ribuan Warga Merauke Padati Lokasi Eks Transmigrasi

Warga Kota Merauke saat berdesak-desakan mengisi surat izin jalan yang disediakan petugas Covid-19 Kabupaten Merauke di Posko Dadakan, jalan Tujuh Wali-Wali sebelum Jembatan Maro, Merauke, kemarin. Sangat rawan penyebaran Covid-19, karena warga sudah mengabaikan sosial distancing. Ft. Sulo/ceposonline

MERAUKE – Ribuan warga Kota Merauke memadati wilayah Eks Transmigrasi yang oleh masyarakat Merauke menyebutnya lokasi pada lebaran hari kedua, Senin (25/5). Warga yang berjubel tersebut seakan tak menghiraukan imbauan pemerintah untuk tinggal di rumah dan tidak melakukan kontak untuk memutus mata rantai Covid-19. Banyaknya warga yang melintas dari Kota ke lokasi yang meliputi Distrik Semangga, Tanah Miring, Jagebob, Kurik, dan Malind ini karena pemerintah memberikan pelayanan surat izin jalan kepada warga di posko dadakan di jalan Tujuh Wali-Wali, sebelum jembatan Maro Merauke. Sontak, terjadi antrian dan desakan warga yang mengisi surat izin jalan yang disediakan pemerintah tersebut. Padahal sebelumnya, pemerintah daerah sudah menutup pengurusan surat izin jalan tersebut hanya sampai Sabtu (23/5) di Posko Covid-19, Kantor Bupati Merauke. Dari pantauan media ini, tidak ada lagi jaga jarak, bahkan sebagian warga mengabaikan untuk menggunakan masker. Beberapa warga yang ditemui media ini mengaku jika ingin silaturahmi dengan keluarganya yang ada di lokasi. “Sebenarnya saya tidak ada lagi rencana ke sebelah untuk silaturahmi karena saya tidak ada surat izin sebelumnya, tapi karena mendapat informasi kalau ada pelayanan surat izin jalan sekarang di sini dan diperbolehkan melintas sehingga saya dengan keluarga ikut jalan untuk silaturahmi di Semangga Satu, ” kata seorang warga kepada media ini. Sementara di media sosial, berbagai tanggapan muncul dengan berjubelnya warga menuju lokasi untuk lebaran hari kedua tersebut. Sebagian menyesalkan
warga yang tidak patuh imbauan pemerintah tapi sebagian juga menilai pemerintah daerah tidak tegas karena masih mengizinkan warga melintas dengan menerbitkan surat izin jalan. Padahal, surat jalan yang diterbitkan tersebut tanpa melalui pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. “Mudah-mudahan kasus tidak meningkat setelah lebaran,” tanggapan seorang netizen. Perwira Jaga Covid-19 Kabupaten Merauke Drs. Rama Dayanto, M. Si yang juga Kepala Kesbangpol Kabupaten Merauke ditemui media ini di sela-sela mengkoordinir seluruh personil Satgas Covid-19 Kabupaten Merauke dalam melaksanakan tugas tersebut tak mau berkomentar. Ia meminta untuk menanyakan langsung ke Ketua Gugus Tugas Covid-19 yang juga bupati Merauke. “Saya tidak bisa komentar. Kalau ada sesuatu mau ditanyakan, langsung ke Pak Bupati,” katanya menyarankan. Sekadar diketahui, saat keadaan normal, menjadi tradisi bagi warga Kota Merauke dimana hari kedua lebaran dimanfaatkan untuk silaturahmi ke daerah lokasi tersebut. Sebagian besar warga Kota Merauke tumpah ke lokasi membuat kota Merauke sunyi. Begitu juga hari ketiga lebaran, dimanfaatkan warga ke pantai Kampung Onggari, Distrik Malind, Merauke. (ulo/tri)

1 thought on “Hari Kedua, Ribuan Warga Merauke Padati Lokasi Eks Transmigrasi

  1. Di saat masa2 pandemi virus corona ini tetap tenang & kuasai keadaan dgn cara #dirumahaja dan mainkan game online utk melawan rasa jenuh anda dan melawan virus corona yg menyerang hanya di QQHARIAN (bisa lsg cari atau search di google ya guys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *