Pasar Sentral Hamadi Akhirnya Dibuka

BUKA PORTAL-Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM.,didampingi Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura Ir. H. Rustan Saru, MM., saat membuka portal karantina wilayah di Hamadi Rawa I, Distrik Jayapura Selatan, Jumat (22/5). (Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Setelah membuka karantina wilayah di daerah Lembah Hamadi belakang kompleks SMA Negeri 4 Jayapura, Pemkot Jayapura kembali membuka karantina wilayah di daerah Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Jumat (22/5).

Selain membuka portal karantina wilayah di Hamadi Rawa 1 dan 2 serta Hamadi Pontong, Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., juga membuka karantina wilayah di Pasar Sentral Hamadi dan Pasar Ikan Hamadi.

Meskipun sudah dibuka oleh wali kota, namun untuk Pasar Sentral Hamadi yang terlihat baru pedagang ikan yang berjualan di los ikan yang berada di belakang pasar.

Wali Kota Benhur Tomi Mano mengatakan, hingga kemarin sudah 90 persen warga di daerah yang dikarantina wilayah di Hamadi yang telah menjalani rapid test.

“Warga yang negatif Covid-19 diberikan kartu identitas berwarna biru. Sementara pedagang yang telah menjalani rapid test dan hasilnya negatif diberikan kartu identitas berwarna hijau.  Pedagang yang diizinkan berdagang harus membawa kartu identitas ini,” tegasnya.

Diakuinya, masih ada warga di Pasar Hamadi yang belum menjalani rapid test. Untuk itu, Wali Kota Tomi Mano mengaku akan meminta bantuan kepada paguyuban khususnya ketua KKSS untuk mensosialisasikan pentingnya rapid tes kepada warga yang belum menjalani rapid tes.

Meskipun karantina wilayah sudah tidak diberlakukan di beberapa titik di daerah Hamadi, namun petugas masih tetap melakukan pengawasan. Pasalnya menurut BTM belum semuanya warga di daerah yang dikarantina yang menjalani rapid tes.

“Aparat tetap berjaga jika ada warga yang tidak mau menunjukkan kartu identitasnya bisa ditanyakan dulu. Nantinya warga tersebut tidak boleh keluar sebelum melakukan rapid test,” tuturnya.

Wali Kota BTM tetap mengimbau seluruh warga di Kota Jayapura untuk menjaga kesehatan dan kebersihan serta tetap memperhatikan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Pembukaan aktivitas Pasar Sentral Hamadi dan Pasar Ikan menurut Wali Kota BTM untuk menormalkan kembali perekonomian masyarakat. Aapalagi Kota Jayapura sumber pendapatan daerahnya adalah usaha perdagangan dan jasa. “Kalau banyak usaha perdagangan ditutup maka warganya akan lemah dalam ekonomi. Dengan dibukanya kembali pasar ini tentu akan membuat perekonomian bisa kembali normal,” pungkasnya.

Secara terpisah, Umar salah seorang penjual ikan di Pasar Sentral Hamadi mengaku, sangat bersyukur dan senang dengan dibukanya kembali aktivitas jual beli di Pasar Hamadi.

Sebab sejak dilakukan penutupan pada tanggal 12 Mei lalu, Umar tidak bisa berjualan sehingga sangat mengganggu perekonimian keluarganya. “Kami beryukur bisa kembali berjualan. Kami sangat mendukung kebijakan Wali Kota Jayapura, karena ini untuk kepentingan bersama dalam penanganan Covid-19 Kota Jayapura,” tambahnya. (dil/fia/ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *