Gunakan Kesempatan Untuk Membaca Buku Dalam Mempelajari Skill l Baru

Pendiri LIFE, Kurniawan Patma, S.E, M.Ak, mengajar anak-anak untuk membaca buku di Komunitas Gerakan Papua Mengajar (GPM) di Buper Distrik Heram Kota Jayapura, belum lama ini. (Dok pribadi)

Bincang-Bincang Dengan Penggiat  Literasi Tentang Hari Buku Nasional

Buku merupakan salah satu bagian terpenting dari proses pendidikan di dunia, secara khusus di Indonesia. Dengan membaca buku seseorang akan diperkaya dengan ilmu pengetahuan. Apa saja tanggapan para penggiat  literasi dalam rangka hari buku nasional di Papua?

Laporan: Roberth Yewen

Ada pepatah mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia, dimana dengan membaca buku orang pasti akan mengenal dunia tanpa harus ke sana secara langsung. Buku menyimpan sejumlah ilmu pengetahuan yang dapat memperkaya seseorang jika membacanya.

Tidak hanya itu, Proklamator Indonesia yang juga Wakil Presiden RI pertama, Moh. Hatta mengatakan aku rela dipenjara bersama buku, karena dengan buku aku bebas. Kata-kata Hatta ini menjadi spirit bagi generasi muda untuk terus meningkatkan dirinya dalam bidang literasi, terutama bagaimana membudayakan diri untuk terus membaca buku.

Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional, maka berbagai berbagai hal disampaikan oleh para penggiat  literasi di Papua kepada para mahasiswa dan para siswa di tengah-tengah pandemi Covid-19 di Papua saat ini.

Penggiat  Literasi Papua yang juga Pendiri Cenderawasih Reading Center (CRC), Michael Jhon Yarisetouw, S.Si mengatakan, dalam masa-masa pandemi Covid-19 dengan masa karantina wilayah dan tetap berada di rumah ini menjadi momentum untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dengan membaca buku yang ada maupun membaca buku online melalui akses internet yang dimiliki.

Gunakan kesempatan yang ada ini untuk membaca buku dengan mempelajari skill  baru, karena pembentukan skill  ini merupakan sesuatu yang terbentuk cukup lama, sehingga penting sekali untuk membaca buku-buku yang tersedia melalui online maupun yang dibeli dari toko buku untuk mengasah skill  baru.

“Kita harus membaca buku dengan tujuan, misalnya jika kamu suka tentang informatika dan teknologi (IT), maka bacalah buku tentang IT. Jadi harus membaca dengan tujuan,” katanya kepada Cenderawasih Pos di Abepura, Rabu (20/5).

Sementara itu, Pendiri Library For Everyone (LIFE), Kurniawan Patma, S.E, M.Ak mengatakan, pendemi Covid-19 ini menjadi ruang dimana menjadikan buku sebagai sarana produktif bagi para siswa dan mahasiswa di Papua. Jadikan momen ini sebagai sarana refleksi diri dalam memperdalam ilmu pengetahuan melalui buku-buku yang ada.

Buku sendiri harus dijadikan sebagai salah satu alternatif utama untuk meningkatkan wawasan di era digital saat ini. Oleh karena itu, dengan adanya pandemi Covid-19 ini, maka setiap mahasiswa dan siswa diajak untuk menjadikan buku sebagai sarana untuk meningkatkan ilmu pengetahuan di rumahnya masing-masing.

Namun demikian, Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Cenderawasih ini melihat akhir-akhir ini para siswa dan mahasiswa mempunyai tren dan minat yang sangat menurun dalam membaca buku, bahkan ada yang sudah meninggalkan buku sebagai bagian dari ilmu pengetahuannya sehari-hari.

“Ini menjadi tugas kita, sehingga para siswa dan mahasiswa bisa menyadari bahwa buku ini sebagai sebuah ilmu pengetahuan baru yang harus terus dibaca oleh setiap para siswa dan mahasiswa di Papua,” ujarnya.

Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMKRI Cabang Jayapura ini memandang bahwa pentingnya membangun perpustakaan-perpustakaan belajar di kampung-kampung, terutama di daerah-daerah terpencil, sehingga para siswa bisa memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat mereka belajar dan meningkatkan ilmu pengetahuan mereka sehari-hari.

“Perpustakaan menurut saya adalah sebuah sarana yang dapat memotivasi para siswa di kampung-kampung untuk terus meningkatkan diri dalam proses belajar mengajar dalam meningkatkan ilmu pengetahuan mereka sehari-hari di Papua,” ucapnya. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *