Grand Design Perekonomian dan Pertanian Perlu Diseriusi Pemprov

Anggota DPR Papua, Mustakim. Gamel/ cepos

Mustakim: Jika Tidak, Kita Akan Tergantung Terus dari Luar

JAYAPURA – Persoalan ketahanan pangan disaat pandemi covid 19 benar-benar diuji. Papua yang memiliki lahan tak terbatas hingga kini belum bisa menjawab semua apa yang dibutuhkan berkaitan dengan komoditi pangan. Bahkan Papua masih tergantung dari daerah lain. Ini membuat Komisi II kembal memberi catatan kepada pemerintah untuk sama-sama dipikirkan. Menurut Mustakim, salah satu anggota Komisi II DPR Papua, jika grand design pembangunan perekonomian dan pertanian di Papua disiapkan secara baik dan dijalankan sesuai komitmen maka ada banyak hal yang bisa dijawab.

“Kita selalu mengatakan Papua kaya dan apa saja yang ditanam pasti tumbuh. Tapi masalahnya hingga kini masih banyak bahan makanan dan komoditi lainnya yang didrop dari luar. Kadang dari Surabaya, Makasar dan lainnya. Pertanyaannya mengapa kita tidak bisa,” kata Mustakim di DPRP, Rabu (20/5).

Hal kecil saja menurutnya bawang merah beberapa waktu terjadi kelangkaan dan membuat harganya meroket. Satu kilo bisa mencapai Rp 100 ribu dan saat ini cabe juga melambung menjadi Rp 120/Kg. Kata Mustakim dua hal ini jika bisa dijawab ke depan tentu tak perlu ada kenaikan sedemikian tinggi.

“Perindagkop harus mensiasati ini, perlu ada intervensi langsung yakni memiliki cadangan. Pemerintah perlu bekerjasama dengan badan usaha swasta membuka lahan untuk menjawab komoditi tadi sehingga tak perlu tergantung  dari luar sebab hingga kini 80 persen diperoleh dari luar Papua. Ke depan tak boleh lagi tergantung seperti ini,” kata Mustakim.

Ia menyebut beras sudah bisa jawab dengan melakukan sewsembada hanya saja beras Merauke belum bisa tembus ke seluruh kabupaten melainkan hanya wilayah selatan. Nah yang begini – begini kata Mustakim yang harus ada campur tangan  negara. “Pendapat saya seperti itu, negara harus ikut campur dalam hal transportasi,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *