Pasien Yang Meninggal Usia di Atas 50 Tahun, Ada Penyakit Penyerta

dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)

JAYAPURA-Kabar duka disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K)., saat menyampaikan update data perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Papua, Selasa (19/5) kemarin.

Menurut dr. Silwanus Sumule, terdapat penambahan dua kasus meninggal dan keduanya terjadi di Kota Jayapura.

Dikatakan, dua pasien yang meninggal dunia ini berusia di atas 50 tahun dan memiliki penyakit penyerta. Dua pasien berjenis kelamin laki-laki dan perempuan ini masuk rumah sakit atau dirawat dengan kondisi klinis sakit sedang.

Satu pasien menurut dr. Silwanus Sumule dirawat di RSAL dr. Soedibjo Sardadi dan satu lagi dirawat di RSUD Abepura. “Setelah 39 hari bebas dari kasus meninggal dunia, maka hari ini (kemarin) ada tambahan 2 kasus meninggal dunia. Petugas kesehatan, baik di RS Angkatan Laut maupun di RSUD Abepura, telah berusaha semampu mereka dengan menggunakan semua fasilitas yang dimiliki untuk berusaha menyelamatkan saudara kita ini, namun Tuhan berkehendak lain,” ungkapnya, Selasa (19/5).

“Kami dari Tim Satgas Covid 19 Provinsi Papua menyampaikan duka yang sangat mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Tuhan memberikan penghiburan bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan,” sambungnya.

Kedua pasien ini menurutnya sempat dirawat antara 5 – 7 hari. Tim medis di kedua rumah sakit tempat pasien tersebut dirawat juga sudah berupaya keras, namun dalam perjalanannya, dengan virus Corona ditambah penyakit penyerta pasien, Tuhan berkehendak lain.

Menurut dr. Silwanus Sumule, satu pasien meninggal dunia pada siang hari dan satu pasien lainnya meninggal di sore hari. “Jujur saja, tambahan dua kasus meninggal dunia ini sangat membuat kami terpukul. Pasalnya, dalam 38 – 39 hari ini kita berjalan dengan tanpa tambahan kasus meninggal dunia, dan menurut kami itu sangat luar biasa. Namun, dengan tambahan dua kasus meninggal dunia ini, kami harus segera mengambil langkah-langkah cepat,” ujarnya.

Diakuinya, apa yang telah dilakukan oleh tim medis dan seluruh pihak terkait dalam penanganan Covid-19 sejauh ini sudah cukup luar biasa. Dalam hal ini, walaupun angka kasus positif terus meningkat, namun angka kesembuhan juga meningkat. Bahkan kita bisa menahan angka pasien meninggal dunia,” ucapnya.

Penambahan kasus meninggal dunia, menurut dr. Silwanus Sumule menjadi pemicu bagi seluruh jajaran Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Pemerintah Provinsi Papua, petugas kesehatan, pemerintah kabupaten/kota serta pihak terkait lainnya untuk berjuang lebih keras lagi. “Tentunya dengan dukungan seluruh masyarakat untuk bisa menjaga Papua agar kita bisa mengalahkan Covid-19 ini,” tambahnya.

Mengenai jumlah kasus positif Covid-19, dr. Silwanus Sumele menyebutkan, hingga Selasa (19/5) kemarin terdapat penambahan 45 kasus positif. Dengan adanya penambahan ini, maka total kasus positif kumulatif di Provinsi Papua telah mencapai 450 kasus.

“Dari jumlah tersebut, 364 pasien dirawat, 110 pasien sembuh, 9 pasien meninggal dunia, 2.992 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 569 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan 3.049 pemeriksaan PCR di Labkesda dan Litbangkes,” bebernya.

Dikatakan, tambahan 45 kasus positif baru ini berasal dari Kota Jayapura sebanyak 40 kasus dan Kabupaten Jayapura berjumlah 5 kasus.

“Penambahan 45 kasus di Kota dan Kabupaten Jayapura menyita perhatian kita agar tetap melaksanakan protokol yang sudah ditetapkan pemerintah, yakni social distancing, physical distancing. Dua hari belakangan ini sudah secara ketat dijalankan baik di Kota Jayapura maupun kabupaten lainnya,” tambahnya.

Dirinya berharap hal ini harus mendapat perhatian seluruh komponen masyarakat. Sebab, virus ini menurutnya tidak bergerak, sebaliknya yang bergerak adalah manusianya. “Makanya kita harus tinggal di rumah. Kalaupun harus bergerak untuk  melakukan hal yang bersifat penting dan mendesak, maka kenakanlah masker,” pungkasnya.(gr/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *