Bantu Papua, URI Siapkan 70 Ventilator

Ilustrasi

JAYAPURA- University of Rhode Island (URI) Amerika Serikat diketahui menyiapkan 70 ventilator untuk membantu Pemerintah Provinsi Papua dalam penanganan pasien Covid-19.

Direktur Kemitraan Pendidikan URI untuk Asia , Brook W. Ross, mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud penghormatan dari URI kepada Pemerintah Provinsi Papua atas kerja sama pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia yang selama ini terjalin baik antara keduanya.

“URI sangat menghormati Pemprov Papua dan berterima kasih atas kemitraan yang terjalin. Demikian, Rektor URI secara resmi telah mengirimkan surat kepada Gubernur Papua terkait bantuan ventilator tersebut,” beber Brook W. Ross, Jumat (15/5).

Dalam suratnya tertanggal 12 Mei 2020, Rektor University of Rhode Island, David M. Dooley mengatakan,  sebagai mitra Pemerintah Papua dalam penelitian dan pelatihan, URI akan mendonasi dan mengirim ventilator ke Papua.

   Kata Dooley, ventilator yang akan dikirim ke Papua itu merupakan hasil desain universitasnya dengan menciptakan ventilator dengan mengubah perangkat CPAP dan BiPAP.

“Universitas kami telah berinisiatif untuk menciptakan ventilator dengan mengubah perangkat CPAP and BiPAP alat ventilator lengkap untuk dikirimkan termasuk semua bagian yang diperlukan untuk menangani pasien yang terinfeksi COVID-19. Tujuan kami adalah untuk mendonasi paket-paket, dan setiap paket tersebut berisi ‘sirkuit lengkap’ per satu pasien,” katanya.

Dia menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi melalui Kepala Badan Pengelola Sumber Daya Manusia (BPSDM) Papua, Aryoko Rumaropen dan berkomunikasi dengan dr. Silwanus Sumule selaku Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua, serta tim anastesi Papua untuk penjelasan protokol penggunaan alat tersebut.

“Kami akan meminta agar spesialis medis di Papua bekerjasama dengan tim URI dalam mengembangkan protokol khusus berbahasa Indonesia untuk menggunakan perangkat ini, termasuk inspeksi lokal, pembersihan dan sterilisasi antara pasien, pemantauan untuk keselamatan selama perawatan. Segera kami akan kirim  satu satu unit ventilator untuk diperiksa tim Satgas Covid-19 dan Dinas Kesehatan Papua,” pungkasnya. (gr/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *