Polisi Dianiaya, Tiga Pucuk Senjata Dirampas

JAYAPURA- Tiga pucuk senjata milik Pospol 99 Polres Paniai dirampas sekelompok orang pada Jumat (15/5), sekira pukul 22:23 WIT. Adapun jenis senjata yang dirampas yakni 1 pucuk senjata api jenis AK 47 dan 2 pucuk senjata api jenis SS 1 V1.

Tidak hanya merampas senjata, sekelompok orang tersebut juga menganiaya anggota Pospol 99 Ndeotadi, Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai bernama Briptu Cristian Paliling, BKO Pospol 99 Ndeotadi.

Terkait dengan kondisi korban, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal mengatakan korban sudah dirawat di RSUD Nabire usai dievakuasi dari Ndeotadi, Distrik Bogobaida Kabupaten Paniai ke Nabire menggunakan pesawat Helly SAS Satria Air Service 81PK – USS9.

“Anggota di lapangan telah mengantongi indentitas salah satu pelaku penganiayaan dan perampasan senjata api inventaris Pospol. Polres Paniai dibackup Polda Papua sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” ucap Kamal saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Sabtu (16/5).

Dirinya meminta para pelaku untuk segera menyerahkan diri dan mengembalikan senjata inventaris milik Pospol 99 Polres Paniai. Selain itu, pihaknya jugavmeminta bantuan kepada para tokoh untuk dapat membantu melakukan pendekatan terhadap para pelaku.

“Saat ini situasi di Distrik Bogobaida masih aman dan kondusif,” kata Kamal melalui pesan WhatsApnya.

Kamal menerangkan, kejadian penganiayaan dan perampasan senjata bermula ketika tiga personel anggota Pospol 99 yaitu Briptu Irvan, Bripda Ganda, Bripda Aldi sedang melaksanakan kegiatan tatap muka bersama masyarakat di salah satu rumah warga. Sementara yang melakukan tugas jaga  di kantor Pospol 99 adalah Briptu Kristian Paliling.

Pada saat Briptu Cristian Paliling sedang berada di Pospol 99, tiba-tiba datang sejumlah masyarakat dan langsung melakukan penganiayaan terhadap korban, serta merampas senjata api inventaris Pospol 99 tersebut.

“Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka dan para pelaku membawa kabur senjata api inventaris milik Pospol 99,” terang Kamal.

Disinggung apakah pelaku bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Kamal enggan menanggapinya. Yang pasti kata Kamal, salah satu pelaku kenal baik dengan anggota setempat.
“Salah satu pelaku kenal dengan anggota kita, malah sering kumpul bareng,” ucap Kamal. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *