Bangunlah Raksasa Tidur Itu, Maka Kejayaan Olahraga Akan Muncul

Stadion Mandala Jayapura. (Erik / Cepos)

Mengenang Sosok Pelopor Olahraga Papua Alm. Brigadir Jendral (Purn) Acub Zaenal.

Bila melihat bangunan Stadion Mandala Jayapura, dan Gedung Olahraga (GOR) APO Jayapura. Kita akan diingatkan sosok yang ada dibalik hadirnya dua fasilitas olahraga tersebut. Dia adalah Alm. Brigadir Jendral (Purn) Acub Zaenal!, Seperti apa sosok yang berkontribusi dalam olahraga Papua ini.

Berikut Laporan: Erianto di Jayapura

Alm. Brigadir Jendral Acub Zaenal adalah pria yang pernah menjabat sebagai Panglima Daerah Kodam XVII/Cenderawasih sejak tahun 1969 sampai dengan tahun 1973, serta menjabat sebagai Gubernur Papua (Irian Jaya) tahun 1973 hingga 1975 itu berhasil membangkitkan olahraga di Bumi Cenderawasih.

Secara alamiah, masyarakata Papua telah memiliki talenta olahraga suatu bakat alam yang ibarat sebilah parang yang tidak pernah diasah, maka padang tersebut akan berkarat dan tidak berguna. Sehingga parang tersebut perlu dipoles dan diasah untuk dapat digunakan.

Acub Zaenal sadar betul akan potensi yang dimiliki oleh masyarakat Papua. Ia melihat olahraga juga sebagai seni yang tumbuh subur dalam masyarakat Papua. Sosok Acub Zainal juga dinilai mampu membaca aspek-aspek yang dapat mempercepat proses pembangunan fisik dan manusianya melalui pembangunan cabang olahraga.

Sejak menjabat sebagai Panglima Kodam XII/Cenderawasih 1969 – 1973, Gubernur Papua (Irian Jaya)1973 – 1975, ia memugarkan Stadion Mandala Jayapura (beberapa kali direnovasi hingga saat ini), dan  Membangun GOR APO. Ia menyadari menuju prestasi, tentu membutuhkan fasilitas olahraga yang mumpuni sehingga hadirlah dua fasilitas olahraga di atas.

Acub Zainal
Acub Zainal

Sejak itu Acub Zainal dinilai telah membangun sebuah pola pikir yang sangat brilian, saat dimana orang lain belum berpikir ke arah pembangunan manusia Papua melalui cabang olahraga.

“Seandainya beliau (Acub Zaenal) bukan seorang operator yang brilian, kita tidak pernah akan melihat dan menikmati fasilitas yang baik sebagaimana kita nikmati sekarang,” ungkap mantan pemain Persipura Jayapura, Benny Jensenem kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Kantor KONI Papua, Jumat (15/5) siang kemarin.

Usai Stadion Mandala Jayapura dipugar, peresmian ditandai dengan mendatangkan tim asal Jawa Timur, Persebaya Surabaya. Kemudian menggelar kompetisi dengan memperebutkan Piala Acub Zainal yang pertama diikuti hanya empat klub, Persipura Jayapura, Persimer, Perseman, dan PSBS Biak.

Hadirnya Stadion Mandala Jayapura yang memiliki lapangan standar nasional serta GOR APO Jayapura di tengah-tengah masyarakat menjadi cikal-bakal lahirnya generasi emas Papua di cabang olahraga, Atletik, Tinju, Binaraga, Angkat Besi, serta cabang olahraga beregu lainnya, seperti Basket, Voli dan Sepakbola.

“Saat itu Almarhum mimiliki mimpi, suatu saat ada anak-anak Papua yang meraih medali emas di ajang Olimpiade dan berlarian mencium bendera Merah Putih,” ujar Benny Jepnsenem.

Menurut Benny, jaman pemerintahan Gubernur mendiang Acub Zainal turut melengkapi sarana angkat besi dan binaraga di Stadion Mandala. Bahkan pelatih-pelatih berlevel nasional seperti Charly Dektios datang menjadi pelatih angkat berat dan binaraga di Stadion Mandala kala itu.

Levi Rumbewas adalah salah satu atlit binaraga dan angkat besi yang masuk dalam pembinaan pemerintahan mendiang Acub Zainal.

Era pemerintah Acub Zaenal juga menjadi cikal bakal lahirnya atlet-atlet hebat Papua, seperti Tinju muncul Benny Maniani, Carol Renwarin, Agus Soulwissa. Sementara atletik lahir, Eclevina Rumajauw, Mili Mofo (lari gawang), dan Robert Kekry di cabang olahraga Gulat dan beberapa atlet hebat lainnya.

Apa yang telah dibuat oleh mendiang Acub Zaenal sebenarnya bukan hal yang instant. Pengalaman sebagai pelaksana PON VII Surabaya 1969 sebagai modal awal bagi Jenderal Acub Zainal untuk memajukan olahraga di Papua.

Bayangkan membangun sarana olahraga tanpa dana Otsus dan bermodalkan semangat membangun saja. Itulah jenderal Acub Zaenal sang pelopor olahraga di Bumi Cenderawasih.

“Kita patut bersyukur pernah memiliki Jendral Acub Zainal, almarhum menjadi salah satu pelopor olahraga Papua,” ujar Benny.

Dibidang sepakbola Papua, sang Jenderal punya pengaruh yang besar sekali. Tak hanya menyelenggarakan kompetisi lokal dengan memperebutkan Piala Acub Zaenal. Mendiang ternyata sangat memahami dan meyakini potensi sepak bola di Papua. Hingga tak heran kalau beliau dengan sekuat tenaga terus membenahi Persipura Jayapura saat itu.

Walau saat itu, tim Mutiara Hitam Persipura sudah menjadi langganan kontestan PSSI. Acub Zaenal terus menata Persipura dengan mendatangkan pelatih Cho Seng Que asal Singapura, hanya dalam tempo dua tahun, Persipura menjadi sebuah kesebelasan elit yang mampu menjadi juara PSSI pada 1975/1976.

Selain itu dalam kejuaraan antar club memperebutkan Soeharto Cup, Mandala Jaya dengan materi pemain mayoritas dari Persipura, berhasil empat kali juara berturut-turut. Bahkan Persipura yang mewakili PSSI pada sebuah turnamen di Saigon, Vietnam Selatan, Persipura bisa masuk final namun kalah tipis 1-2 dari tuan rumah Vietnam Selatan.

Setwlah di era Acub Zainal, muncul para pemain bintang Papua, seperti Timo Kapisa, Yafet Sibi, Hengky Heipon, Hengky Rumere, Mettu Duaramuri,  Saul Sini, Tinus Heipon, Fred Imbiri, Yacobus Makanwei, Alberth Pehelerang, Yakobus Mobilala, Panus Korwa, Roby Binur, Benny Jensenen, Jimmy Pieters, Nicko Patipeme, Festus Tim, Yohanis Auri dan pemain lainnya menjadi bintang Persipura di era 70-an.

Meski hanya menjabat dua tahun sebagai Gubernur Papua, tapi mantan Pangdam XVII Cenderawasih itu sukses melakukan gebrakan dibidang olahraga Papua. Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Acub Zaenal lahir 19 September 1927 dan tutup usia di Jakarta, 4 Oktober 2008 pada umur 81 tahun.

Estafet pembangunan olahraga Papua kini sukses dilanjutkan oleh Gubernur Papua saat ini, Lukas Enembe. Orang nomor satu Papua itu di dua periodenya, telah membangun beberapa venue bertaraf internasional.

Karya Lukas Enembe yang paling gemilang di bidang olahraga ialah menjadikan Papua sebagai tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021. (**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *