Misi Kemanusiaan, Hercules Angkut 12 Ton Bansos ke Fiji

  Pesawat Hercules saat landing di landasan Bandara Mopah Merauke mengangkut 12 ton bantuan kemanusiaan ke negara Republik Fiji yang dilanda taufan tropis Harold Rabu (13/5) malam, selanjutnya Kamis pagi kemarin melanjutkan perjalanan ke Fiji. Sulo/Cepos

MERAUKE-Pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara, dari Bandara Mopah Merauke mengangkut 12 ton bantuan dari Pemerintah Republik Indonesia ke Negara Republik Fiji yang pada tanggal 8 April lalu dilanda musibah taufan tropis Harold yang menyebabkan puluhan orang meninggal dan ribuan tempat tinggal rata dengan tanah.

Hercules tersebut tiba dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Rabu sekira pukul 19. 30 WIT. Selanjutnya pesawat bermalam dan Kamis pagi kemarin melanjutkan perjalanan ke Fiji. Dansatgas Covid-19 Lanud J.A Dimara, Letkol Sus Rahmat Toni Basuki, SIP, didampingi Kabinpotdirga Lanud JA. Dimara Merauke, Mayor Adm. Arif Widadi menmgungkapkan bahwa bantuan yang diangkut Hercules ini adalah bantuan sosial untuk negara Fiji yang telah dilanda taufan tropis Harold. “Bantuan sosial dari Pemerintah RI yang diangkut Hercules ini sebanyak 11.615 kg atau sekitar 12 ton berupa tenda regu, tenda pleton, handuk, selimut dan makanan kering seperti biskuit maupun makanan siap saji seperti mie instan,’’ kata Rahmat Toni Basuki.

Menurut Dansatgas Covid Lanud Merauke yang juga menjabat sebagai Pasi Ops Lanud Merauke tersebut karena sekitar 8 April lalu negara tersebut dilanda taufan tropis Harold. “Sebagai negara yang bersahabat, negara tetangga dan untuk mempererat hubungan yang baik maka kita melakukan bantuan sosial meskipun kita juga saat ini mengalami bencana Covid-19. Namun demikian, Fiji juga mengalami 2 kali bencana yakni Taufan Tropis Harold dan Pandemi Covid-19 seperti yang kita alami. Tapi sebagai negara tetangga yang baik dan untuk mempererat hubunghan kedua negara, kita membantu mereka untuk meringankan beban masyarakat Fiji,’’ kata Basuki.

Menurutnya, pemerintah RI akan terus membantu negara-negara tetangga seperti lainnya apabila mengalami kesulitan, bencana dan lainnya. Letkol Sus Rahmat Toni Basuki, SIP, mengungkapkan bahwa pangkalan Udara JA Dimara Merauke kedepan akan menjadi pangkalan yang sangat penting.

“Penting karena sebagai pangkalan aju. Karena apabila ada bencana yang terjadi tetangga atau di negara kita maka ini akan menjadi pangkalan untuk aju. Karena pangkalan utamanya ada di Jakarta dan Makassar. Sementara Merauke ini akan menjadi pangkalan aju. Apalagi berbatasan dengan negara tetangga,’’ jelasnya. Karena dari sisi geografis, Merauke berada di paling Selatan dan dekat dengan negara-negara tetangga.(ulo/tri

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *