Si Hattrick Keping Emas PON

JAYAPURA – Nama Adoardus Apcowo mungkin tak setenar nama Boaz Solossa, atlet yang sukses mengharumkan nama Papua di kancah Pekan Olahraga Nasional (PON).

 

Edoardus Apcowo

Namun mengintip prestasi Edoardus di ajang olahraga empat tahunan tersebut, patut bila pria yang akrab disapa Edo itu dijuluki si Hattrick Keping Emas PON cabang olahraga Binaraga.

 

Edo mulai mengukir tinta emasnya sejak PON XVII Kalimantan Timur 2008. Kalau itu ia sukses meraih medali emas yang pertama. Beranjak dari situ, Edo terus mengasah dirinya dan kembali meraih medali emas di berikutnya, PON XVIII Riau 2012.

 

PON XIX Jawa Barat 2016 Edo berhasil hattrick medali emas dalam gelaran PON selama 3 Episode terakhir. Di PON Jabar, Edo merupakan penyumbang medali satu-satunya bagi Binaraga Papua.

 

Tapi sebelum ada nama Edo, Binaraga Papua juga pernah berjaya di era Levi Rumbewas dan Korneles Morin. Untung Edo sukses melanjutkan estafet prestasi Binaraga Papua dalam 3 PON terakhir.

 

Tak hanya di kancah PON, Edo juga pernah mengukir prestasi medali emas pada Seleknas tahun 2005. Kemudian meraih medali emas di Kejurnas FBI (Federasi Binaraga Indonesia) tahun 2006 serta medali emas di Kejurnas Mr. Indonesia tahun 2007 di Palembang.

 

Nama Edo tak hanya menjadi tulang punggung Binaraga Papua. Tapi pria yang kini berusia 42 tahun itu juga menjadi andalan Binaraga Indoensia.

 

Saat Kejuaraan Asia 2009 di Thailand, ia berhasil menyumbangkan medali perak. Di Sea Games Myanmar 2013, ia kembali memberikan medali perunggu untuk Binaraga Indonesia.

 

Meski berhasil hattrick medali emas di PON, Edo kembali ingin membuktikan bahwa usai hanyalah angka. Jelang pelaksanaan PON XX Papua tahun 2021, Meski ia kini berusia 42 tahun, ia berhasrat Quattrick medali emas.

 

“Puji Tuhan, PON XX saya masih bisa tampil. Saya sangat optimis untuk bisa menyumbang emas lagi untuk Papua,” ungkap Edo kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Rabu (13/5) siang kemarin.

 

Disinggung soal rahasia jitu yang mampu membuat dirinya tampil konsisten dalam 3 Episode PON terakhir, Edo mengaku semua kembali pada kemauan diri sendiri.

 

“Hanya tekun berlatih dan berdoa saja, ora et labora, itu rahasianya,” tandasnya. (eri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *