1.002 Warga Mamberamo Tengah Jalani Rapid Test

RAPID TEST: Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak,SH,MSi ikut mengawasi proses Rapid Test pada salah satu warga.

KOBAKMA-Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) terus melakukan rapid test bagi seluruh elemen masyarakat di kabupaten itu.

Di Kobakma, ibu kota kabupaten misalnya, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah melakukan rapid test terhadap 1.002 orang.

Rapid test itu sendiri dimulai sejak Senin (11/5) hingga Kamis (14/5) kemarin yang dipusatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lukas Enembe, Distrik Kobakma.

Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak, SH, M.Si., turun langsung mengawasi jalannya rapid test massal bagi warga Kobakma tersebut.

Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak (RHP) mengaku bersyukur. Sebab masyarakat dari berbagai elemen dengan kesadaran yang tinggi datang untuk memeriksakan diri.

“Hari ini rapid test massal dimulai dari para pedagang. Dilanjutkan dengan masyarakat dan anggota TNI-Polri. Mereka datang dengan kesadaran sendiri untuk memeriksakan diri, baik itu orang tua dan anak-anak. Mereka sadar bahwa memang virus ini berbahaya,dan kami memberikan apresiasi untuk itu,” ujarnya.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada anggota TNI-Polri yang telah bekerja sama untuk mengikuti tes massal ini. Jumlah mereka mencapai 111 personel,” sambungnya.

Mereka yang mengikuti pemeriksaan massal ini, tidak hanya yang berada di dalam ibukota. Namun juga beberapa kampung di pinggiran seperti Baluklabuk, Anduam, dan Yagaliam.

Menurut Bupati RHP, rapid test ini dilakukan bagi masyarakat di ibukota kabupaten sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus Corona.

Bupati menuturkan, pihaknya menargetkan akan melakukan rapid test bagi 5.000 warga di 5 distrik. Mulai dari Ilugwa, Kobakma, Kelila,Eragayam hingga Megambilis yang harus dijangkau dengan pesawat.

Bupati dua periode ini menjelaskan, untuk tahap pertama ditargetkan sekira 5.000 warga dari 5 distrik ikut rapid test. “Kami menargetkan 5.000 untuk tahap pertama sebab alat Rapid Test yang ada terbatas. Alat ini kami dapatkan dengan membeli sendiri dari Jakarta dengan harga satu kotak Rp16 hingga Rp17 juta. Sebab sampai saat ini Pemda Mamberamo Tengah belum mendapatkan bantuan alat rapid test maupun alat swab dari pemerintah pusat maupun provinsi,” imbuhnya.

“Selain alat rapid test, memang kami sangat membutuhkan alat swab untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya untuk memastikan apa orang positif atau negatif, jika sebelumnya sudah dinyatakan positif dari hasil rapid test,” tambahnya.

Untuk itu, bupati berharap pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi Papua untuk membantu peralatan rapid test maupun swab bagi pemerintah kabupaten.

Bupati menjelaskan, setelah kegiatan ini selesai, akan dilanjutkan lagi di dua distrik lainnya, yaitu Kelila dan Eragayam. “Saya sendiri akan mendampingi tim ke Distrik Kelila. Sedang wakil bupati akan bersama tim lainnya ke Distrik Eragayam,” ucapnya.

Sebelumnya kegiatan yang sama juga sudah dilakukan bagi 600 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Mamberamo Tengah, 556 warga di Distrik Ilugwa dan 305 di Distrik Megambilis. (Humas/reis/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *