SMAN 3 Jayapura Bangun Aplikasi e-Learning

Kepala DPPAD Provinsi Papua, Christian Sohilait, saat mendengarkan presentasi dari SMA Negeri 3 Jayapura perihal aplikasi belajar secara daring yang dibuat, Jumat (8/5) kemarin. (gratianus silas/cepos)

Support belajar peserta didik di rumah selama Covid 19

JAYAPURA- Jikalau sebelumnya Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua menggandeng Google Indonesia untuk mendukung belajar peserta didik dari rumah, tak perlu jauh-jauh, SMA Negeri 3 Jayapura pun telah mengantisipasi Covid 19 dengan menyiapkan media belajar peserta didik secara daring.

“Suatu inovasi yang telah dibuat SMA Negeri 3 Jayapura, yang mana memiliki beberapa keunggulan, seperti waktu akses aplikasi yang tidak terbatas, interaksi dilakukan langsung antara guru, kepala sekolah, dan peserta didik, serta membantu memantau proses belajar mengajar para peserta didik,” ujar Kepala DPPAD Provinsi Papua, Christian Sohilait, Jumat (8/5) kemarin.

“Demikian, berangkat dari inovasi inilah, kita akan mendata semua SMA/SMK seluruh Papua terkait pembelajaran daring. Dalam hal ini, sekolah yang belum menerapkan sistem belajar daring bagi peserta didiknya, maka SMAN 3 Jayapura siap membantu,” sambungnya.

Kepala SMA Negeri 3 Jayapura, Anton Joko Martono, mengaku bahwa aplikasi yang dibuat pihaknya mudah untuk digunakan. Perlu diakui bahwa dari total sekiranya 40 guru di SMA Negeri 3 Jayapura, tidak semuanya mahir di bidang TI.

“Tidak ada juga dari kami yang guru TI. Tim kami yang buat aplikasi inipun bukan guru TI, melainkan guru Fisika, Matematika, dan Geografi. Namun, kami memiliki keinginan untuk belajar sehingga dibuatnya aplikasi ini, meskipun juga belum sempurna karena kita masih terus evaluasi sesuai dengan kebutuhan,” tambah Anton Joko Martono.

Martono menjelaskan bahwa aplikasi yang dibuat memang khusus untuk SMA Negeri 3 Jayapura. Namun, jikalau sekolah lain ingin mencoba untuk menerapkannya, maka langkah-langkah pun dapat dipelajari.

“Kalau untuk belajar membuat aplikasi ini, ya silahkan, kami terbuka, karena slogan SMA yaitu Maju Bersama Semua Hebat, sehingga tinggal kembali kepada kemauan saja. Bukan apa, kami pun belajar dari nol, sehingga tinggal dari kemauan teman-teman saja,” pungkasnya (gr)

Selain Siswa, Guru Dituntut Mampu Kuasai e-Learning

JAYAPURA- Belum jauh-jauh dari Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang mengangkat tema “Belajar dari Covid 19”, maka tentunya banyak hal yang dapat dipelajari. Yang paling didorong untuk dilakukan ialah pembelajaran dari rumah secara online (e-learning).

“Dengan tema Hardiknas, yakni Belajar dari Covid 19, maka jikalau kita posisinya sebagai peserta didik, maka dituntut untuk mampu belajar secara online (daring). Begitu pula kalau posisinya kita sebagai guru, di mana kita harus bisa mengajarkan peserta didik secara online juga,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, Jumat (8/5) kemarin.

Lantas, mendukung proses belajar secara online tersebut, maka guru pun harus menguasai teknologi atau aplikasi yang diterapkan untuk pembelajaran online yang dimaksudkan tersebut.

“Artinya, kita punya handphone tapi belum tentu kita menguasai semua fitur di dalamnya. Kita sendiri harus menguasainya, melalui perangkat aplikasi belajar untuk mendukung pembelajaran dari rumah,” tambahnya.

Di tengah pandemi Covid 19 ini, institusi pendidikan, dalam hal ini sekolah, dituntut untuk mampu tetap konsisten berkontribusi terhadap perkembangan belajar peserta didik di rumah. Satu hal yang kini gencar dilakukan yakni belajar secara daring. (gr)

Bangun Optimisme Kasus Covid 19 Redah di Awal Juni

JAYAPURA- Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., MM., meminta optimisme semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, sehingga pada Mei akhir, atau memasuki awal Juni, kasus Covid 19 di Provinsi Papua dapat mulai redah.

“Untuk itu banyak hal yang sudah kita lakukan. Dalam hal ini, bantuan sosial bagi masyarakat pun mesti menjadi satu yang tak boleh terlupakan di tengah pandemi Covid 19 ini. Seperti halnya, pembagian sembako, bantuan langsung, yang mana dilakukan bukan hanya dari tingkat provinsi, melainkan pula dari tingkat pusat dan kabupaten/kota juga melakukan hal serupa,”

Tidak hanya pembagian bantuan sosial dari tingkat pusat, provinsi, maupu kabupaten/kota, melainkan termasuk pula pergeseran alokasi anggaran, sebagaimana yang disampaikan dalam Ratas kedua bersama Presiden RI.

“Selain itu, sebagaimana disarankan kejaksaan kepada kita untuk menggunakan sumber daya pangan lokal, sehingga kita telah instruksikan, agar ekonomi masyarakat tetap hidup. Artinya, kita hadapi pandemic ini, tapi jangan kesannya semangat dan daya juang kita menurun, namun harus sebaliknya,” pungkasnya. (gr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *