BPSDM Siap Laporkan Pengelolaan Beasiswa Otsus

JAYAPURA-   Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua merilis Laporan Penyelenggaraan Pengelolaan Beasiswa Unggul Papua, Selasa (5/5) lalu.

Dalam rilis tersebut, Kepala BPSDM Provinsi Papua, Aryoko Rumaropen menyebutkan bahwa  laporan ini menyajikan secara lengkap perencanaan SDM asli Papua, pelaksanaan pemberian beasiswa, penganggarannya, serta hasil dari pemberian beasiswa (jumlah SDM).

“Laporan ini akan diserahkan kepada Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda dan DPRP untuk menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan terkait beasiswa Otsus bagi pengembangan SDM asli Papua,” sebut Aryoko Rumaropen disela-sela finalisasi Laporan Penyelenggaraan Pengelolaan Beasiswa Unggul Papua, Selasa (5/5) di Kantor BPSDM Kotaraja Kota Jayapura.

Sekretaris Tim Penyusun Laporan Penyelenggaraan Pengelolaan Beasiswa Unggul Papua, Dr. Karsudi, SP., MSi juga menambahkan bahwa tujuan laporan tersebut terkait progress penyelenggaraan pengelolaan beasiswa unggul Papua, termasuk untuk mengetahui tingkat pelaksanaan pemberian kebijakan beasiswa unggul Papua di dalam dan luar negeri.

“Kegunaannya untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan pemberian beasiswa unggul Papua  serta merumuskan saran-saran untuk strategi yang tepat dalam pengelolaan beasiswa unggul Papua,” jelas Dr. Karsudi, SP., MSi.

Dengan jumlah penduduk di Papua yang mencapai 4 juta orang, maka kebutuhan SDM Papua sebanyak 31.400 orang dengan jenjang pendidikan Diploma 2.048 (7%), Sarjana (S1) 18.063, (58%), Magister (S2) 9.031(29%) dan  Doktor (S3) 2.258 (7%).

Kebutuhan SDM di lima wilayah adat di Papua antara lain Mamta  membutuhkan 9.486 terdiri dari 630 jenjang pendidikan Diploma 630 orang,  Sarjana (S1) 5.540  orang, Magister (S2) 2.725 orang dan  Doktor (S3) 681orang.

Di Saireri  membutuhkan SDM 4.777 orang terdiri dari Diploma 316  orang,  Sarjana (S1) 2.745  orang, Magister (S2) 1.373  orang dan  Doktor (S3) 323 orang. Untuk Meepago sebanyak 483 6.699 orang terdiri dari Diploma 419 orang, Sarjana (S1) 3.865 orang, Magister (S2) Pago   1.932 orang dan  Doktor (S3)  483 orang.

Sedangkan, La Pago membutuhkan 4.881 orang antara lain Diploma 323 orang, Sarjana (S1) 2.805 orang, Magister (S2) Pago   1.402  orang dan  Doktor (S3)  351  orang. Adapun Anim Ha membutuhkan SDM sebanyak 5.557 dengan jenjang penddikan Diploma 360 orang, Sarjana (S1) 3.198 orang, Magister (S2) 1.599 orang dan  Doktor (S3) 400 orang.

“Apabila kebutuhan SDM ini terpenuhi sesuai dengan jenjang pendidikan di masing-masing wilayah maka proses pembangunan dan pengembangan sumber daya Papua akan semakin baik,” pungkasnya. (gr/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *