Daya Beli Menurun,  Pedagang Batasi Stok

Aktifitas di  Pasar Potikelek Wamena yang terlihat sepi dari para pengunjung, Kamis (7/5) kemarin. (Denny/ Cepos)

WAMENA-Menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Dinas Dinas Tenaga Kerja, Industri dan Perdagangan  Kabupaten Jayawijaya memastikan untuk stok barang di pasaran masih akan mencukupi hingga 6 bulan ke depan. Namun  ada beberapa komoditi yang berkurang di pasaran lantaran pedagang pemasok tak mengambil barang dalam jumlah besar dan hanya menyetok untuk 2-3 hari ke depan lantaran daya beli masyarakat turun.

  “Untuk kebutuhan pokok kita aman untuk 6 bulan ke depan, namun untuk beberapa komoditi yang berkurang itu secara terus menerus pedagang pemasok rutin mendatangkan barang-barang tersebut dari Jayapura, Merauke Biak dan Timika, namun dalam jumlah kecil,” ungkap  Kepala Dinas Tenaga Kerja, Industri dan Perdagangan, melalui Kabid Perdagangan Arisman Chaniago Kamis (7/5) kemarin.

  Kata Arisman, dengan adanya musibah non alam yang terjadi saat ini Covid -19 sangat berpengaruh pada  daya beli masyarakat di Wamena. Dimana, pedagang merasakan daya beli masyarakat selama adanya kasus ini mengalami penurunan yang cukup drastic. “Dampaknya para pedagang juga ragu untuk mendatangkan barang guna menyetok barang ke Wamena dalam jumlah besar.” kata Kabid Perdagangan Disnakerindag.

   Namun, Ia memastikan untuk stok beberapa komoditi yang kurang, sebenarnya barangnya tetap ada, tetapi dimasukan dalam jumlah yang kecil, kemungkinan stok yang dimasukan itu hanya untuk 2 -3 hari kedepan.

   “Kalau Stoknya sudah berkurang baru akan dipasok lagi, mereka takut jika memasukan barang dalam jumlah besar dengan kondisi daya beli masyarakat yang menurun maka barang itu akan rusak.”bebernya

  Sementara untuk harga barang, menurut Arisman Chaniago, khusus di pasaran Wamena sesuai dengan pantauan Disnakerindag Jayawijaya pada Rabu 6 Mei kemarin, perkembangan harga masih stabil. Bahkan ada yang hingga saat ini mulai turun seperti komoditi bumbu dapur, kacang tanah. Sementara bawang merah, bawang putih, cabai, dan telur harganya tergolong masih stabil

  “Untuk telur ini dari daerah pemasok  juga mengalami kekurangan stok, sehingga sebelum telur berkurang dan harga naik, diharapkan kapal cargo yang membawa kebutuhan pokok masyarakat di Papua sudah merapat ke pelabuhan Jayapura dan ini akan bisa memenuhi semua kebutuhan di Papua terutama pegunungan Tengah Papua yang dipasok dari Wamena.”tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *