Bandara Ditutup, SSB Supyor Tidak Bisa Pulang

Skuad SSB Supyor, Kabupaten Supiori saat menjuarai Aqua DNC regional Papua beberapa waktu lalu. 

JAYAPURA – Juara regional Aqua Danone Nations Cup (Aqua DNC) Zona Papua 2020, SSB Supyor, Kabupaten Supiori, kini dilanda ketidakpastian di tengah Pandemi Covid-19.

Babak Final Aqua DNC yang dijadwalkan akan digulir pada bulan Juli mendatang terancam dibatalkan. Di sisi lain, 12 pemain, 4 official dan 1 pelatih SSB Supyor kini terjebak di Kota Jayapura, dan tak bisa kembali ke Supiori akibat pembatasan akses laut dan udara yang diberlakukan oleh pemerintah Papua dalam upaya pencegahan virus corona.

Salama satu bulan lebih, para talenta muda Supiori tersebut menempati Asrama Mahasiswa Supiori yang terletak di Expo Waena Jayapura. Mereka berharap, dalam waktu dekat mereka bisa kembali ke kampung halaman untuk dapat berkumpul bersama keluarga.

SSB Supyor menjuarai final regional Aqua Danone Nations Cup Zona Papua 2020 yang berlangsung di Kota Jayapura pada 14-15 Maret 2020 lalu. Saat itu, mereka telah memiliki tiket kapal laut, dan dijadwalkan pulang dengan Kapal Motor Gunung Renjani pada 27 Maret 2020.

Hanya saja, sehari sebelum tiket kepulangan mereka, pemerintah Papua telah menutup akses penumpang melalui laut dan udara per 26 Maret 2020 sehingga mereka pun tak bisa kembali ke kampung halaman.

“Kami sudah punya tiket pulang menggunakan KM Ciremai tanggal 27, tapi karena pelabuhan ditutup tanggal 26 sehingga kami kembalikan tiket ke PT Pelni,” ungkap Spenyel Y Amsamsyum, Manager SSB Supyor kepada Cenderawasih Pos via telepon selulernya, Selasa (5/5) siang kemarin.

Spenyel juga mengapresiasi upaya pemerintah Papua dan kabupaten Supiori ini yang terus berupaya memfasilitasi mereka untuk bisa kembali ke kampung halaman.

“Untuk rencana kami pulang, memang sudah ada upaya dari Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Supiori untuk mau pulangkan kami dalam waktu dekat,” ujarnya.

Selain itu, selama terjebak di Kota Jayapura, Spenyel juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terus mensupport mereka dalam hal kelangsungan hidup di tengah Pandemi Covid-19.

“Saya menyampaikan banyak terimakasih buat Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota Jayapura, dan juga Polda Papua, HIPMI Kota Jayapura, DPW Projamin Provinsi Papua serta pihak-pihak lain dan juga keluarga yang telah memberikan sumbangan berupa bahan makanan kepada kami sehingga sampai saat ini,” ujarnya.

Sementara mengenai nasib babak final Aqua DNC 2020 yang terancam dihentikan akibat Pandemi Covid-29, Spenyel berharap ada perhatian khusus dari pihak panitia penyelenggara kepada para pemainnya. Mengingat, pada Aqua DNC 2021 mereka tak bisa lagi mentas di babak final kasta sepakbola anak terbesar dunia itu.

 

“Memang ada kabar akan dihentikan, tapi kami belum mendapatkan putusan resmi dari panitia pusat. Harapan kami kalau memang sampai dihentikan, panitia pelaksana juga harus bertanggungjawab untuk anak-anak ini, harus ada perhatian serius dari panitia Aqua DNC, karena mereka sudah tidak bisa mengikuti kompetisi Aqua DNC tingkat provinsi dan tingkat Nasional lagi karena usia mereka sdh 13 tahun,” harapannya.

Selain panitia pelaksana Aqua DNC 2020, Spenyel juga berharap perhatian dari pemerintah Provinsi dan kabupaten Supiori.

“Perhatian khususnya, kalau sampe Final Aqua DNC tingkat Nasional di batalkan saya sebagai maneger kalau bisa anak-anak di kasih uang pembinaan dari panitia pusat. Dan juga kami minta kepada Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Supiori untuk memberikan perhatian kepada SSB Supyor karena sudah menjuarai kompetisi Aqua DNC Regional Papua tahun 2020,”mintanya.

“Agar anak-anak trus mempertahankan bakat yang sudah ada dalam diri mereka, karena anak-anak ini adalah aset dan masa depan sepakbola di Provinsi Papua,” Pungkasnya. (eri/gin).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *