Korban Pertikaian Dua Kelompok Suku Alami Kesulitan

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE,M.Si saat menyerahkan bantuan bahan makanan kepada salah satu perwakilan korban pertikaian antara suku, Kehiran dan Toware, di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Selasa (5/5). (Robert cepos)

SENTANI- Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, MSi menyerahkan bantuan bahan makanan kepada sejumlah warga  yang menjadi korban pertikaian di Kehiran dan Toware  beberapa waktu yang lalu.

“Ada 15 keluarga di Kehiran dan 40 lebih keluarga di Toware,” kata Mathius Awoitauw di sela-sela penyerahan bantuan makanan bagi korban kedua suku tersebut di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Selasa (5/5).

Dia mengatakan, warga yang menjadi korban pertikaian antara dua kelompok suku tersebut saat ini sedang dalam kesulitan. Sehingga sebagai bentuk kepedulian dan perhatian dari Pemkab, pihaknya menyerahkan bantuan bahan makanan.

Bupati berharap bantuan bahan makanan yang diserahkan  itu bisa memberikan keringanan bagi para korban.

“Memang pemerintah sudah biasa melakukan dalam kondisi seperti ini,” kata Mathius.

Lanjut dia, akibat dari pertikaian dua kelompok suku yang berdampak pada rusaknya sejumlah rumah, saat ini Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jayapura sedang mendata jumlah rumah yang rusak akibat peristiwa tersebut.

Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Jayapura agar tidak lagi terlibat atau melakukan tindakan-tindakan anarkis seperti yang baru terjadi antara kelompok warga Kehiran dan Toware itu.

“Pemerintah mengimbau supaya peristiwa ini menjadi pembelajaran jangan terulang lagi. Kita tidak boleh lagi mengatasi persoalan dengan cara-cara primitif,” tegasnya.

Ia menegaskan, pemicu utama dari konflik itu adalah karena adanya pemuda yang terlibat Miras. Untuk itu, dia juga meminta kepada masyarakat supaya tidak boleh diam menyikapi persoalan yang ada di masyarakat.

“Batas wilayah, penguatan kapasitas lembaga adat di kampung-kampung, ini harus menjadi perhatian. Pemerintah sudah memfasilitasi kebangkitan adat, terus dewan adat suku sudah kita berikan penguatan kapasitas, pelatihan-pelatihan dan itu sudah kita lakukan, tapi respon dari pimpinan ini belum semuanya memberikan respon yang baik,” ujarnya.

Kendati demikian, bupati  mengapresiasi terhadap beberapa wilayah  mulai dari wilayah pembangunan 2, 3 dan 4 yang mempunyai respon yang sangat luar biasa kepada kebangkitan adat. Dikatakan, apa yang pemerintah bicara tentang penguatan kapasitas adat dari kampung itu penting, dengan batas batas wilayah yang jelas, struktur yang jelas.  Supaya hal hal ini bisa diselesaikan sendiri di tingkat masyarakat adat.

“Kita sudah punya gugus tugas masyarakat adat yang sudah bekerja hampir 3 tahun. Saya ajak masyarakat adat untuk memberikan dukungan penuh supaya mereka membantu mendampingi masyarakat adat untuk melakukan pemetaan pemetaan wilayah adat ke depan,” tambahnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *