Kemana-mana Bawa Makanan Hewan, Kucing Sendiri Akhrinya Suka Nonton Drakor

Nur Komalasari saat memberi makan kepada  anjing –anjing liar yang suka berkeliaran di kompleksnya di BTN Puskopad Tanah Hitam, Sabtu (2/5) pekan kemarin. Nur meskipun berjilbab ternyata suka merawat anjing.

Melihat Kebiasaan Tak Biasa Dari Nur Komalasari yang Gemar Memberi Makan Anjing Meski Berjilbab

Banyak cara mencari pahala di bulan Ramadhan. Tak semua harus dengan berpuasa, mengaji, salat dan bersodakoh. Menghargai hewan yang Tuhan ciptakan juga bisa lahir pahala. Seperti yang dilakukan Nur Komalasari. Aneh dan jarang.

Laporan : Abdel Gamel Naser – Jayapura

Sebuah pintu teralis besi berbalut acrilic berwarna biru dibuka siang itu. Bunyinya khas sekali dan bunyi ini nampaknya menjadi lonceng bagi beberapa ekor anjing yang biasa berkeliaran di beberapa jalur di BTN  Puskopad Tanah Hitam, Abepura. Persis saja, setelah pintu dibuka tak lama beberapa anjing mendekati pintu ini  kemudian masuk dan mulai mengendus tertib. Tak lama kemudian sesosok wanita paruh baya berjilbab keluar dari pintu sambil membawa baskom berisi makanan yang telah dicampur. Makanan ini sudah pasti  bukan untuk dimakan sendiri karena wadahnya adalah baskom.

Setelah wadah terisi nasi yang dicampur itu diletakkan dilantai tanpa menunggu lama beberapa ekor anjing langsung menghampir dan tanpa permisi mulut-mulut yang sedari awal sudah tak sabar ini langsung nyosor masuk ke tumpukan nasi. Pemandangan ini sejatinya biasa jika dilakukan oleh mereka yang bukan berjilbab tapi pemandangan yag tersaji saat itu adalah sosok wanita berjilbab yang memberikan makan kepada anjing – anjing yang ia sendiri tak tahu milik siapa. Ini menjadi aktifitas rutin Nur Komalasari di sela-sela kesibukan  hariannya.

Memberikan makan kepada hewan–hewan termasuk anjing. Nur menjelaskan bahwa memberikan makan kepada anjing dan hewan–hewan liar ini sudah dilakukan beberapa tahun terakhir. Biasanya anjing-anjing seperti sudah tahu jadwalnya dan langsung berkeliaran  di depan rumah Nur Kumalasari setiap  pagi dan malam hari. Jumlahnya sendiri sampai enam ekor.  Yang diberikan bukanlah nasi atau makanan sisa melainkan makanan yang memang dimasak dan dikhususnya bagi hewan – hewan.

“Biasanya anjing – anjing ini datang setiap pagi dan malam, kayaknya mereka sudah tahu kalau lapar mereka akan datang  kesini dan yang saya masak adalah nasi khusus yang saya campur dengan dog food agar mereka bisa kenyang,” kata Nur Kumalasari, Senin (4/5). Sejatinya tak hanya anjing, kucing atau hewan lain jika memang membutuhkan makan, maka wanita yang memiliki tiga anak ini dengan senang hati akan melayani. Ia menyampaikan bahwa ada perasaan sedih jika melihat hewan tak terurus, kurus dan berkeiaran begitu saja. “Saya sayang semua binatang dan tidak hanya anjing tapi semua hewan. Gak tau juga kalau melihat mereka rasanya senang dan bahagia apalagi kalau bisa memberi makan,” bebernya.

Ia sendiri pernah mendengar cerita bahwa anjing adalah salah satu hewan yang dijamin Allah masuk ke dalam surga. Iapun berpikir jika salat dan ibadah yang dilakukan belum tentu diterima Allah, kenapa ia tak mencari cara lain  untuk mendapat pahala selain ibadah – badah wajib tadi. Cerita Nut ini juga disebutkan dalam riwayat H.R Muslim yang menceritakan ada seorang perempuan diazab karena kucing. Dia mengurungnya hingga mati dimana kucing tersebut sakit dan tidak diberi makan dan minum kemudian dikurung dan tak dibiarkan keluar untuk mencari makan sendiri (H.R Muslim, Sahih Muslim, 7/43).

Setiap muslim patut memberi kasih sayang kepada binatang  dan tidak mendzaliminya kecuali sebab  yang dibenarkan. Jika  menyiksa maka termasuk kemaksiatan bahkan bisa jadi diazab. Dari Abu Hurairah berkata dari Nabi Muhammad SAW bahwa ada seorang pelacur melihat seekor anjing mengelilingi sebuah sumur sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Iapun menanggalkan sepatunya untuk menjadikan sepatu tersebut wadah menampung air kemudian ia turun mengambil air dan memberikan kepada anjing tersebut, perempuan ini lantas diampuni dosanya (H,R Muslim, Sahih Muslim 7/44).

Dari cerita – cerita tersebut Nur mengambil positifnya bahkan kemana – mana ia selalu membawa makanan kucing dan anjing. “Jadi kalau pas ketemu bisa saya langsung kasih makan. Ini semata – mata hanya mencari pahala diluar perbuatan wajib saja,” sambungnya.

Ia sendiri memiliki mimpi ingin memiliki lahan yang luas untuk menampung hewan – hewan liar yang diabaikan. Hewan apa saja ia siap merawat termasuk membuat komunitas animal rescue. Mengenai respon keluarga dengan aktifitas yang tidak biasa dan bisa saja meninggalkan penyakit, kata Nur awalnya sang suami suka marah – marah dan ikut memprotesnya namun karena anjing – anjing liar ini terus datang dan tetap diberi makan akhirnya  sang suami bisa memahami dan tidak melarang. Malah sang anak yang dulu tak peduli kini kadang ikut – ikutan memberi makan. “Suami saya hanya menyampaikan agar tetap mengetahui batasan sebagai muslim dan itu betul,” tambahnya.

“Malah kadang suami saya yang beritahu jika anjing – anjing sudah bertangan dan segera diberi makan, he..he..,” selorohnya. Soal penyakit? Nur mengatakan selama niatnya baik ia percaya akan dijauhkan dari hal buruk. Nur sendiri memiliki kucing yang sangat disayang, bahkan kalau tidur kadang suka manja – manja. Saking dekatnya tak  jarang semua aktifitas yang dilakukan Nur dirumah diperhatikan oleh kucing berwarna orange tersebut. Bahkan suka nonton bareng. “Kusing saya sekarang suka nonton Drama Korea (Dakor). Ini betulan, kalau saya sudah putar Hp ia biasa langsung nempel dan ikutan nonton, ha..ha..,” ujarnya. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *