Bantuan Sembako bagi Warga Pasar Lama Terus Mengalir

Pembagian Sembako kepada warga di Jalan Pasar Lama, Jalan Mambruk, Minggu (3/5). (Robert cepos)

SENTANI-Guna meringankan beban masyarakat yang terisolasi serta membantu pemerintah dalam menangani warga yang dikarantina di Pasar Lama Sentani, Asosiasi Pedagang Sembako dan Obat (APSO) Papua dan Ikatan Keluarga Sulawesi Selatan serta Bank BRI Cabang Sentani  menyalurkan bantuan ratusan paket Sembako kepada warga yang sementara ini sedang menjalani karantina wilayah di Pasar Lama Sentani.

“Ini sebagai bentuk bantuan kami kepada masyarakat dan juga di sini kami turut membantu pemerintah dalam menyediakan bahan makanan yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat,” kata Ketua APSO, Marthin Hutabarat kepada wartawan di Sentani, Minggu (4/5), kemarin.

Sementara itu,  Ketua IKKSS yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Jayapura, Wagus Hidayat mengatakan, bantuan tersebut dikumpulkan dari sejumlah pihak yang ingin membantu meringankan beban masyarakat di jalan Mambruk Pasar Lama. “Dari Danlanud ada bantuan telur, APSO ada 100 paket, IKKSS juga 100 paket termasuk BRI juga 100 paket,” katanya.

Dia mengakui, bantuan tersebut masih sangat kurang, untuk itu, pihaknya berharap agar penyaluran bantuan tersebut betul-betul diberikan kepada warga yang memang tidak mempunyai penghasilan tetap.

“Kalau yang punya penghasilan tetap mungkin tidak usah dulu diberikan, kita sepakat berikan kepada warga yang memang terdampak,” ujarnya.

Dia mengatakan, penyaluran bantuan itu tidak hanya dilakukan sekali ini saja tetapi depan juga akan dilakukan, namun tetap melihat dengan kondisi dan situasi yang ada saat ini. Selain bantuan Sembako, pihaknya juga sudah menyediakan air bersih untuk konsumsi bagi warga yang terisolasi di Pasar Lama Sentani.

“Air galon juga kita salurkan gratis. Jadi kita ingin supaya semua pihak saling membantu untuk menyerahkan bantuan,”tambahnya.

Pantauan media ini, ratusan paket Sembako ini langsung diserahkan kepada pihak RW. Selanjutnya RW yang akan menyalurkan bantuan sesuai dengan data warga miskin di wilayah itu.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *